Daerah

Padi Berteknologi Nuklir Mulai dikembangkan di Polewali Mandar

Daerah

Suarapantau.com, Polman — Pemerintah  Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan Universitas Al  Asyariah Mandar (Unasman) bersinergi terusmeningkatkan produksi padi. Kerjasama dengan Unasman  telah berlangsung 2 tahun terakhir.

Hasil kerjasama sudah mulai nampak, panen perdana yang berlangsung di Kompleks Agrotecnhopark Desa Nepo, Kecamatan Wanomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Agustus 2018 lalu

Kegiatan dihadiri  Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, dimulai  melakukan panen simbolik oleh bupati, dan Ketua DPRD Pilman, Rudi, SE.

Ketua Komisi III DPRD Polman Abubakar Kadir dan Ketua Prodi Agroteknologi Unasman Harli A. Karim.

Ibrahim Masdar dalam sambutannya mengatakan Polman  penyangga pangan utama di Sulawesi Barat terus berbenah.

AIM sapaan akrabnya berharap kerjasama dengan Batan, Unasman  dan pihak lain harus terus dilanjutkan.

Petani di Polman sudah mulai menikmati hasil dari kerjasama yang telah berlangsung 4 tahun tersebut.

Dia  mencontohkan tedapat beberapa varietas Batan sangat digemari petani Polman. Selain rasa nasinya pulen juga produksi per hektar sant tinggi.

Bisa mencapai 12.5 ton/ha. Ini jauh di atas produktivitas rata-rata varietas padi lain, tegasnya!

Manajer Agrotecnopark Muhammad Yunus, dalam laporannya mengatakan varietas Batan merupakan hasil mutasi gen dengan menggunakan teknologi nuklir.

‘Kita sudah kembangkan selama 4 tahun terakhir. Produktivitasnya sangat tinggi “ Katanya!

Panen raya padi varietas Batan dihadir 200 orang dari Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perikanan, Penyuluh Pertanian dan Kelompok Tani se-Kabupaten Polewali Mandar.

Selain panen raya di akhir acara diadakan Talkshow tentang Upaya Peningkatan Produksi Pertanian di Polewali Mandar.

Talkshow menghadirkan  Harli A. Karim dari Fakultas Pertanian Unasman, Asisten II Budi Abdulah, Koodinator Penyuluh Syarifuddin,Ketua Komisi II DPRD Polewali Mandar, Rudi dan Ketua Komisi III DPRD Polman Abubakar Kadir.

Salah satu pembicaraan yang mengemuka dalam talkshow tersebut adalah ketidakefektifan pelaksanaan penyuluhan pertanian. Salah satu penyebabnya adalah penggabungan lembaga penyuluh ke Dinas Pertanian.

Hampir semua pemateri membenarkan hal tersebut. Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar akan mengembalikan lembaga penyuluh menjadi Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan yang terpisah dari Dinas Pertanian dan Pangan saat ini.

Janji Bupati tersebut disambut sangat meriah oleh ratusan penyuluh dan petani yang hadir pada kegiatan tersebut.(int)

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close
%d blogger menyukai ini: