Ekonomi

Harga Tiket Pesawat Meroket, Netizen Viralkan Petisi Ini

SUARAPANTAU.COM – Mahalnya tiket pesawat domsetik akhir-akhir ini, menuai kritik tajam dari elemen masyarakat.

Hal tersebut, menuai protes di social media dan juga berupa petisi online di change.org dengan judul ‘Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik Indonesia’.

Petisi tersebut, dimulai oleh Iskandar Zulkarnain yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam petisinya, Iskandar menyebutkan penerbangan domestik yang biasanya pulang pergi bisa dibawah Rp 1juta, kini rata-rata diatas 1 juta bahkan bisa mencapai Rp 2-4 juta pulang pergi per orang.

“Di negara kepulauan seperti Indonesia, tentu maskapai penerbangan berperan penting dalam perkembangan dan kemajuan negara. Tetapi dengan kenaikan harga tiket pesawat tentunya hal ini sangat mencekik masyarakat Indonesia yang akan bepergian menggunakan pesawat,” tegasnya.

Ia mengaku prihatin dengan banyaknya masyarakat Indonesia sebagai perantau yang mencari kerja diluar kampung halaman.

Tentunya dengan harga tiket yang melambung tinggi akan sangat memberatkan bagi mereka.

“Kenaikan tiket domestik yang tidak wajar ini bertolak belakang dengan maraknya promo tiket ke luar negeri dari maskapai-maskapai luar. Sehinggga masyarakat Indonesia lebih memilih berlibur ke Luar Negeri daripada ke dalam negeri,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan petisi online tersebut sudah ditandatangani lebih dari 168.000 orang.

Petisi tersebut juga menuai banyak dukungan.

“Kami yg bekerja jauh dari keluarga sangat terbebani dengan tiket yg mahal dan pembatasan oleh pihak maskapai,”
tulis netizen lainnya, Imam Khoeruddin.

“mau tanya alasan menhub mengambil langkah ini apa ya? tiket wisata ke LN lbh murah drpd Lokal? Padahal logika saya sebagai rakyat biasa ini kalo tiket pesawat lokal lbh murah wisata indo semakin laris sih seharusnya dan meningkatkan pendapatan daerah tersebut. Kalo ke LN yang ada duit warga kita jadi berpindah ke asing,” sambung Fahmi Hammadi.(*)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Suara Pantau
%d blogger menyukai ini: