Politik

Sosok Pius Lustrilanang, Eks Aktivis ’98 Jadi Panglima Roemah Djoeang Prabowo-Sandi

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Calon presiden Prabowo Subianto menghadiri acara konsolidasi simpul relawan Roemah Djoeang di Posko Relawan Roemah Djoeang, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan pada Ahad hari ini, 13 Januari 2019. Relawan Roemah Djoeang dipimpin oleh Ketua DPP Partai Gerindra Pius Lustrilanang.

Prabowo hadir di lokasi acara pada pukul 17.00 WIB, mengenakan baju safari berwarna krem andalannya dan peci hitam. Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku menyempatkan hadir di tengah kesibukannya.

“Saudara-saudara sekalian, saya ucapkan terima kasih atas undangan ini. Saya sempatkan hadir, walaupun masih banyak kegiatan lain,” kata Prabowo.

Sebelumnya, Pius Lustrilanang mengatakan Prabowo selalu hadir di setiap kegiatan yang dia selenggarakan. Prabowo, kata dia, tak pernah menolak undangannya.

“Pak Prabowo selalu datang kalau saya undang,” ujar Pius.

Panglima Roemah Djoeang Prabowo-Sandi, Pius Lustrilanang -SUARAPANTAU.COM

Pius Lustrilanang dan Prabowo Subianto memiliki hubungan unik. Pius adalah mantan aktivis yang pernah diculik pada tahun 1997/1998 oleh Tim Mawar.

Pada masa itu, Prabowo menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus sekaligus pemimpin Tim Mawar.

Selepas reformasi, Pius sempat ikut mendirikan Partai Amanat Nasional. Hengkang dari PAN, Pius bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Saat Prabowo membentuk Partai Gerindra, Pius merapat dan bergabung dengan partai berlambang kepala burung garuda ini.

Dalam pidatonya, Prabowo meminta para relawan itu merapatkan barisan di sisa 94 hari menjelang pemilihan presiden 2019. Dia berpesan agar mereka mengawal tempat pemungutan suara agar tak terjadi kecurangan.

“Jaga itu TPS. Karena memang salah satu kelemahan bangsa kita, jangankan usaha-usaha besar, kadang-kadang main sepak bola tingkat kecamatan aja mau curang,”kata Prabowo.

Acara itu diklaim dihadiri oleh 1.500 orang. Namun menurut pengamatan Tempo, acara di halaman Posko Roemah Djoeang seluas sekitar 100-150 meter persegi itu tampak hanya dihadiri oleh sekitar 200-300 orang.(RN)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Suara Pantau
%d blogger menyukai ini: