NCID: ‘Propaganda Rusia’ Hanya Sensasional Jokowi, Ditengah Popularitasnya Stagnan?

  • Whatsapp
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo - SUARAPANTAU.COM

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan isu Propaganda Rusia yang dilontarkan Jokowi beberapa waktu lalu kini sudah mengarah kepada konsultan politik yang menjadi sasarannya.

Pasalnya, konsultan politik ini dianggap sebagai aktor penting yang berperan dalam mengatur jalurnya sebuah isu yang berkembang yang tentunya berkaitan dengan kepentingan para kandidat pilpres.

Bacaan Lainnya

“Penggunaan konsultan politik dalam sebuah kontestasi pilpres seperti sekarang ini merupakan hal yang sah dan tidak dilarang, baik itu konsultan politik lokal ataupun asing. Sebaliknya merupakan hal yang konyol jika kini yang diributkan adalah asal dari negara mana konsultan politik tersebut, karena tolak ukur dari kesuksesan konsultan politik justru dilihat dari hasi kinerjanya dalam memenangkan sebuah kontestasi politik bukan dari negara mana asalnya”, tegas Jajat.

Jajat menambahkan salah satu tugas dari konsultan politik adalah memoles karakter kandidat untuk menaikan elektabilitasnya melalui strategi yang didasari oleh hasil riset melalui pemetaan, monitoring dan mobilisasi.

Jika pun benar salah satu kandidat capres 2019 menggunakan jasa konsultan politik asing adalah hal yang wajar mengingat sudah menjadi rahasia umum hampir mayoritas konsultan politik lokal yang ada saat ini diduga sudah menentukan arah politiknya kepada salah satu kandidat.

“Yang perlu publik ketahui jasa konsultan politik itu kini sudah menjadi lahan bisnis yang cukup menjanjikan dan terbukti semakin banyaknya lembaga-lembaga baru yang ikut berkecimpung didalamnya, sebaliknya jika kondisinya seperti saat ini justru malah menunjukan ketidaksiapan para konsultan politik lokal dalam bersaing secara terbuka”.

“Karena bisa saja apa yang dikatakan Jokowi tersebut juga masukan yang berasal dari konsultan politiknya dengan tujuan menjaga popularitasnya agar tetap tinggi dan menjadi perbincangan publik, dan nyatanya strategi tersebut cukup berhasil terlepas dari pro dan kontra di masyarakat”, tutup Jajat.(*)

Facebook Comments

Pos terkait