JPU ‘Keringat Dingin’, Pembacaan Tuntutan Terdakwa Kasus Ilegal Minning Akhirnya Ditunda!

  • Whatsapp
Terdakwa Ilegal Minning - SUARAPANTAU.COM

SUARAPANTAU.COM, MAKASSAR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar akhirnya menunda agenda pembacaan tuntutan terhadap dua terdakwa dalam kasus dugaan penambangan emas ilegal di Timika, Papua yang berlangsung pada Rabu (13/2/19).

Penundaan pembacaan tuntutan itu, diduga karena waktu yang mepet sehingga Majelis Hakim langsung menyarankan agar agendanya ditunda pekan depan, tepatnya 27 Februari 2019 digelar kembali.

Bacaan Lainnya

“Sidang kita tunda yah hari ini. Nanti tanggal 27 Februari 2019 kita gelar,” ucap Majelis Hakim yang diketuai Basuki Wiyono yang dilanjutkan dengan pengetukan palu pertanda sidang ditutup.

Usai sidang ditutup, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wahyuddin juga langsung bergegas meninggalkan ruangan sidang melalui pintu samping yang berada gedung PN Makassar.

Untuk diketahui perkara yang menjerat pemilik toko emas Bogor di Jalan Buru Makassar selaku terdakwa tersebut, bermula saat Tipidter Bareskrim Mabes Polri menangkap Darwis saat berada di Terminal Bandara Sultan Hasanuddin pada 24 Mei 2018.

Saat ditangkap, tim berhasil mengamankan barang bukti 15 batangan emas dengan berat 16,779,12 gram dari warga yang berdomisili di Kompleks Minasa Upa blok GI, Kecamatan Rappocini, Makassar itu.

Selanjutnya tim mengembangkan dan kembali mengamankan Jemis saat berada di toko emasnya di Jalan Buru Makassar tepatnya 25 Mei 2018. Dari tangan Jemis, diamankan barang bukti 18 emas batangan seberat 6.805,62 gram.

Tak sampai disitu, tim kembali pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku lainnya inisial A yang saat ini menjalani sidang di Pengadilan Negeri Maros.

Dari tangan A disita barang bukti 10 batangan emas dan selanjutnya ketiganya langsung dibawa oleh tim Tipidter Bareskrim bersama total barang bukti sebanyak 43 emas batangan ke Jakarta untuk diproses lebih lanjut.

Atas perbuatannya, Jemis bersama rekannya tersebut disangkakan dengan pidana Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.(*)

Facebook Comments

Pos terkait