Politik

NCID: Politikus Boleh Salah Tapi Gak Boleh Bohong!

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, pasca debat kedua pilpres 2019 yang lalu publik lebih menyoroti berbagai pernyataan kedua kandidat capres dan yang paling membekas yakni dugaan kebohongan oleh salah satu kandidat.

Jajat mencatat tentang berbagai argumen yang dianggap kebohongan yang tidak hanya dilakukan oleh Jokowi waktu acara debat namun kebohongan lain yang dilakukan oleh timsesnya terus terungkap.

Pasalnya, dalam era digital ini berbagai informasi dapat dengan cepat menyebar selain itu berbagai klarifikasi akan hal tersebut juga mudah didapatkan oleh masyarakat.

“Salah satu isu yang saat ini ramai di perbincangkan adalah tentang klaim Dana Desa yang dilontarkan Mendagri Tjahjo Kumolo jika dana desa ada karena Jokowi, statement ini jelas sangat konyol karena dana desa adalah hasil dari UU desa di saat diakhir masa pemerintahan SBY, mungkin pak menteri sudah mulai terserang amnesia sehingga lupa jika dirinya merupakan bagian dariPDIP yang saat itu satu-satunya partai yang menolak alokasi dana APBN 10 persen untuk desa”, tutur Jajat.

Jajat menambahkan, kebohongan demi kebohongan yang terus di produksi ini sangat menyesatkan, akibat dari kejadian ini justru yang akan di rugikan adalah Jokowi sendiri sebagai capres petahana.

Lanjut Jajat, jika Jokowi terus terima data asal bapak senang padalah hanya merupakan karangan orang dekatnya seperti yang diungkapkan saat debat pilpres kedua yang lalu, dapat dipastikan keruntuhan rezim Jokowi bukan karena lawan politiknya tapi akibat ulah dari orang-orang disekitarnya

“Dalam politik kita dikenal istilah jika politikus itu boleh salah hal ini dianggap manusiawi, tapi politikus tidak boleh bohong karena akan berdampak buruk yaitu ditinggal pendukungnya, jika kebohongan demi kebohongan terus di produksi oleh orang sekitarnya Jokowi jangan-jangan benar isu yang selama ini beredar jika Jokowi akan dijatuhkan dari dalam”, tutup Jajat.

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Suara Pantau