Politik

Pengamat Ingatkan Pemerintah Keliru Jika Gunakan Cara Orba Bungkam Kritik

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA  – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, ada kenaikan berlebih dalam menyikapi situasi politik menjelang pengumuman hasil pemilu dan pilpres 2019.

Pasalnya pernyataan Menkopolhukam Wiranto yang mengancam akan menutup media dan akun medsos yang berpotensi mengancam keamanan nasional merupakan reaksi yang berlebihan bahkan ingin menempatkan diri jika pemerintah seolah anti terhadap kritik.

“Sepertinya pak Wiranto ingin mengajak publik bernostalgia di masa ke emasan karir militernya dalam era orde baru yang mana segala sesuatu dibatasi dengan memakai dalih ancaman keamanan nasional. Saya kira belum hilang dari ingatan rakyat bagaimana pada masa itu segala sesuatu sangat dibatasi tidak terkecuali dalam mengungkapkan pendapat atau kritik kepada pemerintah”, tutur Jajat, dalam keterangan persnya, Selasa (7/5/2019).

Jajat menilai, ada kekhawatiran berlebihan dari pemerintah terkait situasi politik kedepan menjelang masa pengumuman hasil pemilu dan pilpres 2019 nanti.

Namun yang menarik dalam hal ini justru apa yang dilakukan pemerintah ini tidak memberikan solusi dari sumber masalah itu sendiri yakni tentang kejelasan mengantisipasi berbagai dugaan kecurangan pemilu serta berbagai permasalahan yang disebabkan oleh pemilu itu sendiri.

“Pengekangan dalam bentuk apapun termasuk ancaman penutupan pers karena dianggap tidak sejalan dengan perintah merupakan pengingkaran bagi demokrasi, saya kira sebaiknya rencana ini perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi negatif ditengah sedang hangatnya situasi politik saat ini”, tutup Jajat.

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close