Kampus

Fadly Azhar: Pancasila Ideologi Bangsa Jangan Direduksi Jadi Alat Politik Golongan

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) menegaskan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang seringkali direduksi jadi alat politik kalangan tertentu.

Hal tersebut, ditegaskan oleh Ketua BIdang Keagamaan HMPI, Fadly Azhar saat mengisi diskusi rutin Lingkar Santri Cendekia (LSC) dengan tema ‘Kompetensi Hikmat Kebijaksanaan dalam Kepemimpinan Indonesia’, di Ciputat (20/7/2019) lalu.

Menurut Fadly, sebagai ideologi bangsa, Pancasila merangkum tiga golongan pendiri negara yakni Kebangsaan (Nasionalis), Kerakyatan dan Islam.

“Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dalam turunannya pada Konteks Kenegaraan, Pancasila merupakan Azas, bukan ideologi politik kekuasaan, tapi lebih dari itu Panca-sila merupakan Ideologi Kebangsaan yang lekat dengan masyarakat yang berkepribadian luhur, merdeka, berdaulat serta adil dan makmur. Kepribadian-kepribadian luhur itulah yang menjadi azas serta mengkerucut dalam Eka-Sila atau SILA itu sendiri, yaitu Gotong Royong” Kata Fadhly.

Fadly tak menampik banyak pihak politisi, aktivis kebangsaan yang mereduksi makna Pancasila menjadi alat kuasa politik golongan yang satu-satunya merasa Pancasilais.

“Dari Sini, kita bisa memahami bahwa Pancasila dalam pidato Bung Karno memiliki sandaran spiritual yang sangat mendasar dan berpijak yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, evidence (bukti) dari itu apa yang dikatakan oleh Bung Karno bahwa segala yang berkaitan dengan kebangsaan, Internasionalisme/Perikemanusiaan, Mufakat, Kesejahteraan Sosial dalam pangkuan Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana semua agama mendapatkan kesetaran dan tempat sebaik-baiknya” tandasnya.

“Secara sekilas, ada 4 nilai yang dibangun dalam Panca-sila, yaitu Persatuan Aliansi Kebangsaan, Kemanusiaan, Kerakyatan dengan Hikmat-Kebijaksanaan dan Keadilan Sosial dalam Pangkuan Ketuhanan Yang Maha Esa,” tambahnnya.

Sementara itu, Direktur Lingkar Santri Cendekia, Gifari mengapresiasi perspektif pandangan Fadly Azhar.

“Sebagai Aktivis Kepascasarjanaan dan juga Anggota Pengurus Gerakan Nasionalis Kebangsaan Rakyat Indonesia dapat memberikan khazanah baru dalam perspektif kewarganegaraan,” tuturnya.(*)

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close