Politik

NCID: Menakar Arah Politik Pertemuan Mega-Prabowo

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman menyebut peristiwa politik pertemuan antara Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP beberapa waktu lalu menimbulkan beberapa spekulasi.

Pertama, setelah sebelumnya santer dikabarkan jika Gerindra akan merapat ke pemerintah pasca pertemuan MRT antara Prabowo dengan Jokowi.

Namun diakhir pertemuan tersebut Prabowo sempat menyinggung siap membantu pemerintah dengan mengambil peran chek and balance yang dapat diartikan belum ada kepastian jika Gerindra akan mendukung pemerintah.

Kedua, meskipun nanti pada akhirnya Gerindra tidak jadi mengambil peran di pemerintahan, dari pertemuan ini kemungkinan ada kepentingan politik lain mengingat Gerindra dan PDIP sama-sama saat ini menguasai mayoritas kursi di parlemen.

“Sebagaimana kita ketahui dalam periode yang lalu ditengah perjalanan pemberlakuan sistem paket pimpinan DPR-MPR, tiba-tiba PDIP mendapatkan kursi pimpinan DPR dan MPR melalui revisi UU MD3 dengan menyadiakan kursi pimpinan tambahan DPR-MPR untuk PDIP, bisa saja jatah kursi tambahan pimpinan ini jatuh ke Gerindra,” urainya.

Terakhir, kata pertemuan Jajat,  ini menunjukan jika suasana politik semakin mencair serta memberikan dampak positif dan menunjukan kedewasaan politik dalam berdemokrasi.

“Rivalitas politik hanya terjadi sebatas dalam ajang pemilu dan pilpres. Selain itu, terlepas dari kepentingan politik apapun dari pertemuan kedua tokoh politik ini, saya kira poin pentingnya adalah tetap menjaga hubungan baik meskipun dalam beberapa kesempatan sering terjadi perbedaan pandangan politik, karena perbedaan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar,” tutup Jajat.(*)

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close