Politik

NCID Sebut Peran Luhut Mulai Luntur Ditangan Budi Gunawan

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA –  Dinamika politik nasional kian kompleks dengan kian menonjolnya peran Budi Gunawan dilingkaran istana. Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman menilai peran Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mulai melemah.

Menurut Jajat, peran Budi Gunawan dalam berbagai fenomena politik nasional belakangan ini kian menunjukkan berbagai spekulasi ditengah masyarakat.

“Peralihan peran ini bisa dikatakan tidak biasa mengingat selama ini pak Luhut selalu tampil di depan dalam beberapa kejadian politik. Spekulasi lain, bisa jadi khusus dalam peristiwa politik yang berkaitan dengan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto ini dapat dikatakan gagal menjalankan perannya menjadi inisiator rekonsiliasi,” tutur Jajat, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta (30/7/2019).

Ia mengaku, menonjolnya peran BG sapaan akrab Budi Gunawan akan menggeser peran Luhut Binsar Panjaitan di pemerintahan Joko Widodo periode pertama.

“Cukup mengejutkan mengingat selama ini sosok Budi Gunawan lebih banyak bermain di belakang layar namun kini mengambil peran di depan. Keberhasilan kinerjanya ini bukan tidak mungkin kedepan Budi Gunawan akan ditempatkan dalam posisi yang lebih strategis secara politik kedepan,” sambung Jajat.

Jajat menyebut, posisi Budi Gunawan juga cukup strategi sebab memiliki huubungan cukup dekat dengan ketum PDIP yang notabene partai utama pengusung Joko Widodo.

Jajat menambahkan, periode kedua pemerintahan Jokowi ini di prediksi situasi politik akan lebih cair. Hal ini terlihat dari sikap beberapa partai yang sebelumnya bersebrangan mulai membuka komunikasi dengan pemerintah.

Semakin banyak partai yang merapat ke pemerintah tentu akan semakin memudahkan Jokowi dalam menjalankan tugasnya. Mengingat kemungkinan akan mendapat tekanan politiknya semakin kecil.

“Jika tidak ingin dihadapkan pada situasi yang sama seperti sekarang ini, Jokowi harus berani menunjuk tokoh-tokoh baru dan memarkir orang-orang yang selama ini terbukti kurang produktif terutama yang mengisi pos Kementrian bahkan Kemenko. Pergantian peran antara Luhut Panjaitan dengan Budi Gunawan ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana satu hal yang dianggap tidak umum, mampu memberi warna baru dengan hasil maksimal dan memberikan dampak positif dimasa transisi pemerintahan saat ini,” tutup Jajat.

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close