OpiniPolitik

Ridwan Kamil Latah Soal Pemindahan Ibukota

Oleh: Heri Gunawan

Belum lama bergulirnya isu pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia tak lama kemudian Presiden Jokowi mengumumkan Provinsi Kalimantan Timur sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tak lama berselang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun ikut latah berencana akan memindahkan ibu kota Provinsi Jawa Barat. Ada tiga kandidat Ibu Kota provinsi Jawa Barat yang baru, diantaranya Rebana (Cirebon, Patimban, Majalengka), Tegalluar (Kabupaten Bandung) dan Walini (Kabupaten Bandung Barat).

Padahal urgensi atau hal yang lebih penting adalah mengejawantahkan harapan masyarakat Jawa Barat yang sudah menaruh kepercayaan kepeda mantan Walikota Bandung tersebut dengan merealisasikan janji-janji pada saat kampanye 2018 yang lalu.

Sedikitnya ada 10 janji-janji Pasangan RK-UU, penulis mencoba mengingatkannya antara lain:

1. Satu Desa, Satu Perusahaan

2. Ciptakan Satu Destinasi Wisata Baru di Daerah

3. Pemekaran Daerah

4. Apartemen Buruh di Kawasan Industri

5. Bantuan Kredit Mesra Bagi Warga

6. Bantuan Infrastruktur Jalan di Pedesaan

7. Membentuk Perda Pesantren

8. Revitalisasi Pasar Tradisional

9. Kolaborasikan Program Unggulan Paslon Peserta Pilgub Jabar 2018

10. Mewujudkan Jabar Menjadi Provinsi Termaju di Indonesia

Mari kita lihat sejauh mana dan sudah maksimalkah Ridwan Kamil merealisasikan program atas janji-janji kampanyenya sampai saat ini menjabat Gubernur, silahkan introspeksi diri !!!

Ada satu poin janji yang menurut penulis sangat urgen yaitu poin ke tiga (Pemekaran Daerah) karena ini akan berdampak baik atau akan ada efek domino pada janji-janji kampanye yang lainnya.

Berdasarkan data dari website resmi Pemprov Jabar, bahwa Provinsi Jawa Barat dengan luas 35.222,18 Km2 menurut Data SIAK Provinsi Jawa Barat didiami penduduk sebanyak 50.345.897 Juta Jiwa penduduk ini tersebar di 27 Kabupaten/Kota.

Kemudian melihat website resmi Pemprov Jatim, bahwa Luas wilayah Provinsi Jawa Timur 47.922 Km², dan jumlah penduduknya 42.030.633 jiwa yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota.

Perbedaannya sangatlah jomplang, Jawa Timur yang penduduknya -+ 42 jt jiwa, memiliki 38 Kabupaten/Kota, dan sedangkan Jawa Barat yang jumlah penduduknya -+50 jt jiwa, hanya memiliki 27 Kabupaten/Kota, jelas ini tidak sebanding. Berdasarkan data di atas menurut hemat saya, maka sekali lagi urgensi pemindah Ibu Kota Provinsi Jawa Barat tidak jauh lebih penting Ridwan Kamil mendorong dan mewujudkan harapan masyarakat atas janji-janji kampanye, salah satunya Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di daerah Provinsi Jawa Barat.

Adapun tujuan dari otonomi daerah agar terjadi desentralisasi yaitu penyerahan kekuasaan pemerintahan kepada daerah otonom, tentu ini akan menjadi angin segar bagi masyarakat daerah otonomi tersebut karena salah satunya akan mempermudah pelayanan publik.

Menurut undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 2 ayat 3 menyebutkan bahwa tujuan otonomi daerah ialah menjalankan otonomi yang seluas-luasnya, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memaksimalkan pelayanan umum, dan daya saing daerah.

Selian itu tujuan DOB adalah mengembangkan kehidupan demokrasi, pemerataan pembangunan, keadilan ekonomi, mendorong dalam pemberdayakan masyarakat, dan meningkatkan kesadaran atau peran serta masyarakat.

Facebook Comments

Tags

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close
%d blogger menyukai ini: