Edhy Prabowo Pastikan Peninjauan Sarana Nelayan Natuna

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Seno Tri S./Tribunnews.com)

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memastikan pihaknya sedang meninjau sarana dan prasarana pendukung kegiatan para nelayan di Natuna.

Hal tersebut dilakukan dengan menyalurkan bantuan berupa kapal, sarana pelelangan ikan, cold storage, solar, air bersih dan sarana penunjang lainnya.

Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan ketika Edhy Prabowo mendampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu (15/1/2020)

“Sebelumnya sudah ada bantuan puluhan kapal tapi dari fiber, mereka inginnya kayu. Kami sudah ingatkan, kapal kayu, kapal kayu. Tapi yakin, pemerintah bisa dan sedang kami persiapkan,” kata Edhy dikutip dari tribunnews.com.

Edhy mengatakan KKP akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan nelayan.

Sebab, menurut Edhy nelayan di Natuna tidak hanya membutuhkan kapal yang mumpuni untuk melaut namun juga masih mengeluhkan sulitnya bahan bakar, cold storage, dan sarana pelelangan ikan.

“Sekarang ada SKPT (Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu) yang sudah dibangun pemerintah. Ke depan kita akan terus optimalkan SKPT ini,” kata Edhy.

Kedatangan Mahfud MD dan Edhy adalah dalam rangka koordinasi lintas kementerian dan lembaga membahas keamanan di perairan Natuna Utara yang merupakan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.

Rapat koordinasi dilakukan di atas geladak kapal perang KRI Semarang-594.

Sebelum rapat digelar, Edhy dan Mahfud juga sempat menyaksikan fly pass pesawat TNI AU dan sailing pass sejumlah kapal milik TNI AL, Bakamla, KKP, dan Polri yang selama ini berpatroli di perairan Natuna Utara.

Mahfud mengatakan, kedatangannya bersama Edhy ke Natuna dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi terkait kedaulatan Indonesia di Natuna yang tak bisa ditawar.

“Instruksi Presiden agar volume patroli ditingkatkan dan kita menjaga kedaulatan laut kita. Hari ini kami melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga membahas mengenai pengelolaan Natuna ini,” kata Mahfud.

Tak hanya menyoal keamanan dan kedaulatan, rapat tersebut juga membahas upaya peningkatan pengelolaan sumber daya laut Indonesia khususnya di perairan Natuna.

“Makanya di sini (Natuna) akan dibangun sentra kegiatan ekonomi dengan tetap menjaga keamanan laut kita. Antara lain kita akan memperbanyak nelayan kita di sini dengan tetap memprioritaskan nelayan-nelayan setempat,” kata Mahfud MD.

Hadir dalam acara tersebut, Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie, perwakilan Kemenlu, Kemenhan, Kemenhub, Kementerian ATR/BPN, Kementerian PPN/Bappenas, TNI, hingga Polri.

Penulis: Gita Irawan

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait