Hairuddin: Mengenal Tingkat Kepemimpinan Guru

Praktisi Pendidikan, Hairuddin - SUARAPANTAU.COM/IST

SUARAPANTAU.COM – Memimpin adalah tugas setiap manusia. Termasuk juga guru. Dari Abdullah Ibnu Umar r.a, ia berkata; “Aku mendengar rasullullah SAW bersabda, kamu semua adalah pemimpin dan harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin bagi istrinya, dan harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin di lingkungan rumah tangga suaminya, dia harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Pembantu adalah pemelihara terhadap harta tuannya, dia harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya,” (HR. Al-Bukhari No.844).

Guru pemimpin bagi peserta didiknya. Kepemimpinan guru di kelas adalah kunci keberhasilan proses pendidikan bagi peserta didiknya. Tanpa kepemimpinan guru yang efektif, maka akan sulit mendorong kemajuan dalam diri peserta didik.

Kepemimpinan adalah bagaimana cara membangun hubungan yang baik, memberi inspirasi, mengasilkan kinerja terbaik dan mengembangkan potensi. Sementara itu seorang guru, memiliki tugas untuk mewujudkan aspek-aspek itu terhadap peserta didiknya. Maka dari itu, guru harus menjadi seorang pemimpin yang handal.

Sebelumnya kita telah sepakat bahwa setiap orang adalah pemimpin. Mau atau tidak kita sebagai guru dengan sendirinya adalah pemimpin. Perlu kita pahami, bagaimanakah tingkatan kepemimpinan itu? Ada di tingkatan mana kepemimpinan kita?. John C. Maxwell dalam bukunya The 5 Levels of Leadership mengemukakan 5 tingkatan kepemimpinan. Tingkat kepemimpinan dari yang paling rendah hingga tingkat yang paling tinggi yaitu, Position, Permission, Production, People Development, dan Pinnacle.

Tingkat 1 Position

Level ini adalah tingkat kepemimpinan pertama. Seseorang mengikuti kita karena memang kita ada diposisi pemimpinnya. Mereka hanya mengikuti aturan, prosedur, kebijakan dan struktur organisasi yang ada. Hal yang dilakukan adalah apa yang hanya menjadi tugas mereka, tidak ada keinginan untuk melakukan inovasi, meraih prestasi atau yang lainnya.

Harapannya, kita sebagai seorang guru tidak bertahan pada tingkatan kepemimpinan ini. Kita tentu berharap peserta didik dapat melakukan banyak hal kreatifitas.

Mereka tidak hanya melakukan apa yang kita harapkan karena melihat kita adalah seorang guru, akan tetapi karena mereka memang butuh, ingin dan termotivasi melakukannya.

Tingkat 2 Permission

Pada tingkatan ini, kepemimpinan didasarkan pada sebuah hubungan yang baik. Seseorang sudah percaya akan kepemipinan kita, dan mereka akan mengikuti perintah yang diberikan secara sukarela karena ingin dan juga menikmatinya. Kita sudah membangun komunikasi yang baik dan memahami kondisi orang yang dipimpin.

Guru pada tingkatan ini, bukan lagi berdiri di depan kelas karena memang seorang guru. Tetapi, guru yang sudah dipercaya oleh peserta didiknya. Sudah ada kepercayaan dan hubungan yang baik antara guru dan peserta didiknya.

Oleh karena itu, pada tingkat kepemimpinan guru ini peserta didik merasa senang dengan gurunya, akan belajar dengan baik karena ada komunikasi dan hubungan yang baik pula. Kondisi ini adalah pondasi yang baik untuk memulai proses pendidikan dan tingkatan kepemimpinan guru selanjutnya.

Tingkat 3 Production

Membuat lingkungan kerja yang nyaman dan membangun hubungan kerja yang baik tidak cukup tanpa adanya hasil.

Seorang pemimpin juga harus hadir dalam menyelesaikan masalah, mencapai tujuan dan meningkatkan moral serta hasil. Disini, seorang pemimpin telah berubah menjadi agent of change.

Sebagai seorang guru, tentu sangat diharapkan dapat memberikan solusi akan masalah yang dihadapi peserta didiknya. Guru pada tingkat kepemipinan ini mampu mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar terbaiknya yakni sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Selain untuk peserta didik, sebagai sebuah profesi guru juga diharapkan dapat menghasilkan karya, yang tidak hanya mampu memberikan manfaat bagi peserta didik tetapi juga untuk guru-guru lain.

Sehingga, guru juga dapat menjadi inspirasi bagi peserta didiknya dan juga inspirasi bagi rekan guru lainnya. Dengan demikian, guru tersebut siap lanjut pada tingkat kepemimpinan berikutnya.

Tingkat 4 People Development

Jadi pada level ini adalah pemimpin sudah mampu membimbing anggotanya menjadi seorang pemimpin seperti dirinya. Fokus pemimpin disini, tidak hanya pada hasil saja, akan tetapi sudah berupaya menghadirkan dirinya sendiri sebagai pemimpin dalam diri orang-orang yang dipimpinya.

Guru memang hadir untuk menyiapkan generasi bangsa ini untuk menjadi seorang pemimpin dan penerus bangsa. Keterampilan dalam memimpin pada level ini sangat perlu dimiliki oleh seorang guru.

Akan tetapi, fokus dalam level ini tidak pada orientasi hasil. Bahkan pemimpin pada level ini harus menghabiskan waktu sekitar 80% untuk membimbing anggotanya, dan 20% untuk bekerja produktif.

Guru perlu hadir sebagai pembimbing dan bukan saja sebagai pengajar. Menumbuhkan moralitas yang tinggi dalam diri peserta didik, mengasa keterampilan kepemimpinan dan mewujudkan budaya belajar sepanjang hayat yang mengarahkan peserta didik sebagai orang merdeka belajar nantinya.

Tingkat 5 Pinnacle

Tingkat kepemimpinan terakhir dan sangat sulit dicapai. Para pemimpin yang meninggalkan warisan, kesan, budaya, dan pemimpin selanjutnya yang terbaik.

Mereka adalah orang yang meski sudah tidak ada, tetapi jasa-jasanya masih selalu dikenang, dan namanya masih selalu kita sebut. Pemimpin yang mendapatkan penghormatan atas pencapaiannya baik sebagai individu maupun dirinya sebagai pemimpin.

Tentu tidak banyak guru yang mampu mencapai tahap ini. Akan tetapi, tidak mustahil untuk kita capai. Salah satu guru yang mampu mencapai kepemimpinan ini adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau lebih kita kenal Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara.

Sebagai seorang guru, dimanakah level kepemimpinan kita? Apakah masih di level 1, level 2, level 3, atau sudah mampu ke level 4 bahkan level 5? Harapan penulis, kita sebagai seorang guru tentu perlu untuk meningkatkan kepemimpinan kita.

Kepemimpinan adalah sebuah pola pikir yang dapat menunjang kerja-kerja terbaik kita sebagai seorang guru. Terus meningkatkan dan tidak boleh bertahan bahkan berterima dengan hanya berapa pada level 1 position. Akan tetapi, perlu sampai ke level kepemimpinan tingkat 4 people development atau bahkan tingkat 5 pinnacle.(*)

*Penulis adalah Alumni Program Magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar
(PPs UNM)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait