KSPN: Pabrik yang Berniaga Ekspor-Impor Potensi Simpul Penyebaran Covid-19

Presiden KSPN, Ristadi (baju putih). (Foto: Dok. Istimewa)

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Virus Corona (Covid-19) saat ini telah merambah ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Virus berbahaya ini telah merenggut banyak jiwa. Di Indonesia sendiri virus ini bisa dirasakan berdampak terhadap sektor-sektor penting. Seiring dengan bertambahnya jumlah korban positif virus tersebut.

Di sektor industri misalnya, hal ini juga tak luput dari sorotan berbagai pihak demi meminimalisir jumlah masyarakat yang terdampak. Terlebih pada industri-industri yang melakukan perdagangan ekspor-impor ke berbagai belahan dunia yang juga melibatkan Tenaga Kerja Asing (TKA) di dalamnya.

Untuk itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Ristadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarapantau.com pada Senin (16/3/2020) menghimbau kepada Presiden Republik Indonesia, Gubernur, hingga Bupati/Walikota se-Indonesia agar memerintahkan petugas-petugas terkait untuk melakukan pemeriksaan terkait dengan virus Corona.

Menurutnya, sejumlah perusahaan/pabrik-pabrik tersebut merupakan potensi simpul penyebaran virus tersebut. Ia menilai jika hal ini juga penting dilakukan dan menganggap jika tinjauan tersebut tingkat penyebarannya lebih berbahaya ketimbang di sekolah-sekolah.

“Sebab, di dalam pabrik-pabrik terdapat kumpulan hingga puluhan juta orang yang bisa menjadi media penyebaran virus Corona lebih luas ke tengah-tengah masyarakat. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan para pekerja/buruh sebagai langkah preventif penyebaran virus Corona,” ujar Ristadi.

Ia menambahkan, jika pemerintah saat ini tidak akan mungkin menutup sejumlah maupun seluruh perusahaan sebagaiman menutup sekolah-sekolah yang dilakukan oleh pemerintah. Pasalnya, akan terjadi kerugian yang sangat besar dan goncangan ekonominya pun sangat beribas terhadap pemasukan negara.

“Kami paham, pemerintah saat ini pasti tidak mungkin meliburkan aktifitas perusahaan selama 14 hari seperti meliburan sekolah-sekolah. Pastinya, akan terjadi goncangan ekonomi yang akan berakibat ambruknya negara karena tidak adanya pendapatan,” pungkasnya. (co)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait