Kaum Milenial Harus Lakukan ‘Social Distancing’ Hambat Penyebaran Covid-19

Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. (Foto: Dok. dpr.go.id)

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti Widya Putri menilai jika social distancing (menghindari kontak dengan manusia) penting dilakukan terhadap kaum milenial dalam menghambat penyebaran virus Corona (Covid-19). Pasalnya, Covid-19 saat ini sudah menjadi pandemi global.

“Corona (Covid-19) sudah menjadi global pandemic, berdasarkan laporan WHO pada hari Selasa (17/03/2020) sudah 165 negara yang merasakan keresahan akibat virus ini. Gotong royong tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan jajarannya, melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Esti, Kamis (19/3/2020).

Ia menegaskan jika masyarakat perlu mematuhi serta mengikuti arahan-arahan pemerintah dalam mempersempit penyebaran virus tersebut. Salah satunya yakni dengan melakukan social distancing hingga Work from Home (WfH). Sehingga, kata Esti, kapasitas rumah sakit dan tenaga medis yang menangani kasus ini cukup dan penanganannya bisa optimal.

Esti yang juga merupakan politisi Partai Golkar itu mengatakan bahwa social distancing juga sangat penting bagi golongan milenial. Dirinya berpendapat bahwa virus Corona tersebut memiliki sifat asymtomatic (tidak menunjukkan gejala). Sehingga pada sebagian besar milenial justru berbahaya karena tidak terdeteksi. Untuk itu, dirinya berharap kaum milenial bisa sadar dan waspada bahwa dirinya juga berpotensi sebagai pembawa virus.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data kasus Covid-19 di Korea Selatan, di mana tes virus Corona dilakukan kepada seluruh warganya, menunjukkan 29,9 persen (paling banyak) yang positif Corona adalah dari kalangan umur 20-29 tahun, dan mereka tidak merasakan gejala apa-apa. Meski demikian, legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur X ini menghimbau agar masyarakat tidak panik, namun tetap proaktif apabila merasa memiliki gejala-gejala Covid-19 ini.

“Masyarakat sebaiknya segera menghubungi layanan kesehatan yang diberikan pemerintah dan melakukan isolasi, bukan langsung mendatangi rumah sakit. Karena bisa menimbulkan kepanikan dan apabila memang benar positif bisa menularkan kepada orang lain saat perjalanan menuju rumah sakit. Selain itu tentunya juga dengan membudayakan hidup sehat, meningkatkan tingkat higienitas dengan rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (co)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang IklanCalon Bupati Luwu 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *