Nasional

Kisah Haru Ibu Diusir Dari Kontrakan Hingga Disanguni Anggota DPR Gerindra

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Kondisi ekonomi warga menengah ke bawah sangat terdampak oleh wabah Virus Corona (Covid-19).

Sejumlah warga menjadi tidak produktif karena tidak bisa bekerja seperti biasanya. Bahkan sebagian diantara kita kesulitan membuat dapur tetap mengepul hingga kesulitan membayar sewa kontrakan terutama yang tinggal di pemukiman perkotaan.

Kisah pilu tersebut dialami oleh Susanti, warga Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia dan anaknya yang masih balita harus rela diusir oleh pemilik kontrakan yang ditempatinya karena tidak sanggup membayar sewa kontrakan sebesar Rp. 300.000 tiap bulan.

Warga yang kesehariannya berjualan seadanya disekitar Pasar Festival Kuningan, Jl Rasuna Said ini tidak bisa lagi berpenghasilan.

Susanti bersama anaknya tampak menitikkan air mata di emperan Jl Rasuna Said, Kuningan, Sabtu (4/4/2020).

Salah satu dermawan yang diketahui merupakan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, M. Husni melintas akhirnya meminggirkan mobilnya dan menghampiri ibu paruh baya tersebut.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, M. Husni tampak bercengkrama dengan Susanti warga yang terusir dari kontrakan – SUARAPANTAU.COM/Ist

Kepada Suarapantau.com, M. Husni mengaku mulanya ibu paruh baya tersebut keberatan menjawab.

Namun, setelah diyakinkan, lanjut Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut, Susanti akhirnya berkenan menceritakan nasib pilu yang menimpanya dan anaknya yang masih balita.

“Si ibu menangis, bahwa telah diusir dari rumah kontrakannya karena belum bisa bayar bulanan, sekitar Rp 300.000/bulan, si ibu biasanya berjualan atau ngamen sekitar Pasar Festival. Karena wabah Corona ini , semua serba pasif dan dihentikan,” ujar M. Husni.

M. Husni berharap pemilik rumah kontrakan atau petakan kos-kosan lebih memiliki rasa kemanusiaan atas dampak Covid-19 ini.

Awal mula kejadian pilu tersebut terungkap, ketika M. Husni keluar dari kediamannya, di Jl Rasuna Said dan hendak isi bahan bakar di Pertamina terdekat.

“Inilah Fakta nyata, dibutuhkan peran pemerintah harus betul-betul perhatian dengan rakyat kecil. Bagaimana antisipasinya, solusinya turun lapangan melihat kejadian seperti ini,” jelas legislator asal Sumtera Utara ini.

Saat pembicaraan M. Husni dengan Susanti tidak jauh dimana mereka berada ada pengendara ojek online (ojol) yang menyimak pembicaraan mereka.

“Akhirnya bang ojol berkenan mengantar ibu dan anak tersebut ke kontrakannya semula dia terusir,” tutup Husni.

Bagaimana dampaknya dengan masyarakat lain yang mengandalkan penghasilan harian untuk kelangsungan hidupnya?

Semoga banyak lagi para dermawan yang ikhlas, pengertian, bijaksana, saling tolong menolong kepada sesama yang sedang dalam kesusahan.(ran)

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close
%d blogger menyukai ini: