Politik

Ikuti Jejak Belva Devara, Andi Taufan Mundur Jadi Stafsus Presiden

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Salah satu Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra kembali manyatakan mundur, Jumat (24/4/2020).

Diketahui, sebelumnya Stafsus Presiden, Adamas Belva Syah Devara juga mengundurkan diri karena polemik kemitraan Kartu Prakerja (Selasa, 21/4/2020).

Andi Taufan sebelumnya sempat menjadi sorotan karena surat kepada camat se-Indonesia. Surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 itu dikeluarkan pada 1 April 2020.

Dalam surat itu disebutkan, pendiri dan CEO Amartha ini menyebut kerja sama perusahaannya yang akan berpartisipasi dalam menjalankan program relawan desa lawan COVID-19 di Sulawesi dan Sumatera.

Kasus Andi Taufan Harus Diusut

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebut pengunduran diri Andi Taufan tidak serta merta menyelesaikan persoalan konflik kepentingan penggunaan kop Sekretariat Kabinet (Setkab).

“Seharusnya dari awal menjabat Stafsus Presiden, Taufan sudah bisa menghindari seluruh jabatan di bisnisnya. Jadi pengunduran diri sekarang memang terkesan terlambat,” ucap Bhima Yudhistira dikutip dari Rmol, Jumat (24/4).

Baca juga: Belva Tidak Cukup Mundur Jadi Stafsus, Dia Bisa Dijerat Pidana 8 Tahun Penjara

Bhima menegaskan, persoalan yang dilakukan oleh Andi Taufan dengan menggunakan kop Setkab harus tetap diproses.

“Masalah terkait abuse of power dan konflik kepentingan dengan menggunakan kop surat negara belum selesai dengan mundurnya Taufan. Harus ditelusuri oleh pihak Ombudsman yang lebih paham terkait potensi penyalahgunaan wewenang pejabat publik,” tegas Bhima.

Selain itu, mundurnya Andi Taufan juga harus jadi pelajaran berharga bagi para milenial agar lebih hati-hati dalam memegang jabatan publik. “Ada 90 juta milenial di Indonesia yang tentunya akan menjadi pengawas setiap langkah milenial di Istana,” pungkas Bhima.(ran)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close
%d blogger menyukai ini: