Nasional

Antisipasi Covid-19, Kader Muda Gerindra Jateng Ajak Tanam Singkong untuk Ketahanan Pangan

SUARAPANTAU.COM, MAGELANG – Penyebaran virus Corona (SARS CoV-2) yang sudah ditetapkan menjadi pandemi global oleh World Health Organization (WHO) memaksa semua pihak untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif.

Diketahui, peningkatan status tersebut diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus di Jenewa, Swiss pada 11 Maret 2020 lalu.

Selain aspek kesehatan, salah satu isu krusial mengenai penyebaran virus ini adalah ketahanan pangan jika situasi penyebaran terus berlanjut.

Salah satu kader Gerindra Masa Depan (GMD) Jawa Tengah, Agus Sugiyono mengajak untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai area produktif.

Agus mencontohkan, tanaman penyangga pangan nasional yang bisa jadi alternatif adalah singkong.

“Untuk antisipasi Pandemi Covid-19 mari kita siapkan lumbung pangan secara mandiri, manfaatkan lahan kosong, pekarangan untuk ditanami singkong, jagung, ganyong, garut, suweg, porang, gadung, tales dll,” tulis Agus dilaman instagramnya, Senin (27/4/2020).

Kader muda Partai Gerindra sekaligus Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Magelang ini berdalih memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif selain ketahanan pangan. Juga merupakan pelestarian warisan leluhur yang memiliki banyak manfaat.

“Mari kita tanam tanaman warisan leluhur, sebagai contoh ketela diketahui mengandung karbohidrat, selulose, pati, sukrose, kalsium, Vitamin A, dll,” lanjutnya.

Unggahan tersebut, disertai dengan foto sampul buku Prof Suhardi dengan judul Mandiri Pangan Sejahterakan Rakyat.

Mengenal Sosok Prof Suhardi

Mendiang Prof Suhardi merupakan Ketua Umum Partai Gerindra yang dikenal bersahaja yang memiliki latarbelakang sebagai akademisi dan sangat vokal terhadap berbagai isu strategis ketahanan pangan nasional.

Ditengah kesederhanaan, kelebihan lain juga diperlihatkan pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 13 Agustus 1952. Antara lain dengan melahirkan sejumlah penemuan di bidang pangan dan kehutanan. Uniknya, temuan tidak dipatenkan. Alasannya, karena penelitian dilakukan atas biaya negara.

“Beliau tidak mau mematenkan hasil penelitian karena dana untuk melakukan penelitian sepenuhnya dari negara. Karena itu harus kembali kepada rakyat,” katanya.

Sekadar informasi, sebagai rasa cinta beliau yang sangat besar kepada negeri ini diwujudkan dengan berjuang di bidang politik.

Tahun 2008 beliau turut mendirikan Partai Gerindra guna mewujudkan cita-cita Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang sejahtera dan Indonesia yang menjadi Macan Asia.

Pada pemilu 2014, Beliau berhasil memimpin Partai Gerindra menjadi partai politik yang disegani dengan keberhasilan menduduki posisi tiga besar.(ran)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Suara Pantau
%d blogger menyukai ini: