Opini

TB Ardi Januar: Ada Cinta di Balik Corona

PERNAH nonton film “7 hari/24 jam” yang dibintangi Dian Sastro dan Lukman Sardi? Kisah pasangan suami istri yang terpaksa harus dirawat satu kamar di rumah sakit, setelah tumbang karena kesibukan mereka masing-masing.

Sekarang saya mengalami hal serupa, bahkan sudah lebih dari tujuh hari. Ya, saat ini saya dan istri sedang menjalani isolasi mandiri di Wisma Atlet Kemayoran, setelah dinyatakan positif covid 19 kendati tanpa gejala yang dirasa.

Tentu ini tidak mudah buat kami. Harus terpisah dari anak-anak dan tidak bisa berkeliaran bebas seperti orang-orang di luar sana. Sudah dua pekan pemandangan yang kami lihat cuma itu-itu saja. Kuncinya harus sabar, semangat dan ikhlas demi kebaikan untuk semua.

Namun, Tuhan selalu punya skenario baik dalam memberikan takdir kehidupan. Tuhan selalu menyisipkan hikmah setiap memberikan ujian. Termasuk kepada kami yang sedang menjalani hari dengan segala keterbatasan.

Dulu saat kami masih pacaran, kami selalu berusaha mati-matian untuk memperjuangkan waktu kebersamaan. Maklum, profesi kami tidak seperti orang kantoran pada umumnya yang pasti libur di setiap akhir pekan. Istri saya saat itu bekerja sebagai pramugari, dan saya berprofesi sebagai jurnalis. Susah sekali bagi kami untuk bersua.

Saat saya libur, kadang dia terbang. Saat dia kebagian libur, giliran saya harus masuk kerja. Ketika dia terbang pagi, saya belum pulang karena masuk malam. Saat saya pulang malam, kadang dia harus pergi terbang. Sering banget kayak begitu.

Saking sulitnya kami bertemu, kadang saya harus bersiasat mencari teman untuk menukar jadwal kerja agar jadwal libur kami berdua cocok. Semua diperjuangkan demi bisa ketemu, jalan-jalan naik motor, nonton di bioskop, atau sekadar makan malam di pinggir jalan.

Kondisi berubah setelah kami berumah tangga, terlebih sudah punya anak tiga. Waktu untuk kami berdua semakin sulit didapat. Perhatian kepada anak-anak tentu lebih menjadi prioritas. Belum lagi kalau bicara padatnya rutinitas.

Istri saya sangat sibuk mengurus sekolah anak pertama, mengurus les anak kedua, mengurus tumbuh kembang anak ketiga. Selebihnya dia bergaul dengan beragam komunitas. Mulai dari ibu-ibu komplek, ibu-ibu wali murid, ibu-ibu pengajian, mitra bisnis kecil-kecilan, dan lain sebagainya.

Sementara saya tak kalah sibuk. Mandat tugas cukup berat, agenda kerja cukup padat. Saya kerap pergi pagi pulang pagi, atau kunjungan kerja ke luar kota. Sekalinya libur di rumah, saya harus bercengkrama dengan anak-anak. Waktu untuk kami berdua sangat sangat sangat terbatas.

Dua pekan ini kondisi berubah drastis. Saya dan istri 24 jam hidup bersama, dan hanya berdua. Hari-hari kami diisi dengan tertawa berdua, berduka berdua, curhat berdua, nonton berdua, mengulang cerita-cerita masa lalu, hingga membahas mimpi-mimpi masa depan. Kami seperti sedang pacaran layaknya satu dekade silam.

Selalu ada hikmah dibalik musibah. Secara kasat mata, Tuhan sedang menguji kami dengan covid 19. Tapi di balik itu semua, ada nikmat yang terpendam. Tuhan sedang memupuk kembali cinta kita. Tuhan sedang memberikan waktu berkualitas untuk kami berdua.

Kenapa hasil swab saya dan istri dinyatakan positif sementara ketiga anak kami negatif…? Tentu Tuhan punya jawaban. Kami ditakdirkan menjalani isolasi bukan hanya untuk berjuang mengembalikan kesehatan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk membayar hutang atas waktu kebersamaan yang banyak hilang.

Saat ini, kami berdua dalam kondisi sehat dan terus membaik. Doakan, semoga dalam waktu dekat kami segera lulus menghadapi ujian ini. Kembali ke rumah, kembali berkumpul dengan keluarga, dan kembali menjalani rutinitas seperti sedia kala.

Tetap jaga dan lindungi orang-orang tersayang. Manfaatkan waktu kebersamaan kalian, dan cukup kita yang wakilkan di Kemayoran, kalian jangan. Semoga badai covid cepat berlalu dan semoga kita semua senantiasa dikaruniai kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan.

Salam hangat dari Kemayoran…

*TB Ardi Januar
**Penulis adalah Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Suara Pantau
%d blogger menyukai ini: