FaGe: Menapak Jalan Bijak, Mambangkik Batang Tarandam

Calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar nomor urut 3, Fakhrizal-Genius Umar (FaGe). (Foto: Timses Fage)

SUARAPANTAU.COM, PULAU PUNJUNG – Calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 3, Fakhrizal dan Genius Umar (FaGe) berharap hadir dalam kancah pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar kali ini dengan membawa Sumbar untuk bangkit. Bangkit dalam hal ini adalah mereka menilai jika Provinsi Sumbar sejauh ini masih tertinggal jika dibanding dengan provinsi lain di Indonesia.

Tak hanya itu, bukan sekedar bangkit dan maju saja. Bangkit yang menjadi fokus utama pasangan ini yakni berubah kearah postifi dan berbentuk transformatif sebagai upaya untuk secara kualitatif menjadi lebih baik. Bangkit juga bisa diartikan sebagai inspirasi, dijiwai serta dilandasi oleh pikiran dan teladan para orang-orang bijak yang ada di Sumbar.

Mengutip dalam pemaparan visi dan misi pasangan fage ini, istilah mambangkik batang tarandam sudah ada dalam tatanan hidup masyarakat Sumatera Barat. Mambangkik batang tarandam itu sendiri adalah kalimat yang sarat makna yang tak perlu penjelasan kembali.

“Untuk itu, hal-hal yang sudah digariskan sejak dahulu susah dapat dipahami oleh seluruh masyarakat Sumatera Barat. Mana yang harus dikerjakan dan mana yang dilarang. Itu sudah ada dibenak masyarakat,” tulis Fakhrizal-Genius Umar dalam naskah visi misi FaGe seperti dikutip suarapantau.com, Selasa (3/11/3020).

Bacaan Lainnya

Dengan istilah mambangkik batang tarandam tersebut, FaGe secara tidak langsung sudah berada dalam lintasan sejarah kebelakang yang telah diasosiasikan dengan orang bijak. Dimana saat ini diasosiasikan dengan kondisi bagai batang terendam dan kedepan diasosiasikan dengan tujuan membangkitkan batang terendam tersebut.

Adapun wujud dari kebangkitan itu sendiri dapat diartikan menjadikan Sumbar yang religius, sejahtera dan bermartabat.

Religius merupakan kata yang sarat dengan makna bagi masyarakat Sumbar yang bisa dikaitkan dengan pepatah ‘adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah’. Sejahtera merupakan kondisi yang hendak dicapai kedepannya. Begitu juga dengan bermartabat, orang Sumbar percaya bahwa mereka adalah orang unggulan. Sejarah pun mendukung kepercayaan tersebut. Betapa banyak tokoh dan pahlawan nasional yang berasal dari Sumbar.

Hal ini pun dipandang dan dianggap mampu mengangkat martabat Sumbar dalam pergaulan dengan daerah lain. Untuk itu, Fage pun ingin mengembalikan martabat tersebut. Martabat sebagai provinsi yang maju, bukan provinsi rata-rata. (sed)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *