IPI Gowa Berhasil Gelar Wisuda Pertama

SUARAPANTAU.COM, MAKASSAR – Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa melaksanakan sidang senat terbuka luar biasa di Hotel Four Points by Sheraton, Kamis (17/12).

Pada kegiatan itu, IPI melahirkan 84 wisudawan dengan rincian Prodi Ekonomi Syariah (EKSYAR) sebanyak 39 wisudawan, Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI) sebanyak 22 wisudawan, dan 23 orang dari Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Para wisudawan ini merupakan mahasiswa dan mahasiswi angkatan I yang berhasil menyelesaikan studi dan menjadi saksi sejarah berdirinya kampus ini. Karena iti, tawa, tangis, haru, serta panjatan doa mewarnai kegiatan wisuda perdana tersebut.

Adapun para undangan yang hadir antara lain orang tua alumni, Sekretaris KOPERTAIS Wilayah VIII, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Gowa, pihak Yayasan Parahikma, serta seluruh jajaran civitas akademika Institut Parahikma Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor Institut Parahikma Indonesia, Prof. Dr. Azhar Arsyad, MA., menyatakan bahwa sangat bersyukur telah mengukuhkan wisudawan angkatan I IPI. Kata dia, mahasiswa sisa daro berbagai kampus di Kota Makassar telah diubah menjadi emas.

“Sisa-sisa yang mungkin dianggap orang adalah garbage atau sampah, saya ubah jadi emas. Ini dibuktikan dengan rentetan prestasi mahasiswa/i IPI baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” kata Prof. Azhar Arsyad.

Ia mengaku jika prosesi wisuda ini dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Pihak panitia dan Hotel Four Points by Sheraton sangat paham dangan situasi dan kondisi sekarang ini dengan mengutamakan penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ujarnya.

Sebagai penutup, Prof. Azhar Arsyad mengucapkan selamat kepada 84 mahasiswa yang telah diwisuda. Ia juga berharap agar para wisudawan dapat menjaga kehormatan almamater dan dapat bekerja dan berguna bagi bangsa dan negara.

“Sekali saya ucapkan selamat kepada Anandaku semua, semoga ilmu yang didapatkan di kampus dapat bermanfaat bagi keluarga, kampung halaman, bangsa dan negara. Tetap jaga marwah dan kehormatan almamater dangan terus berprestasi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa IPI memiliki Trilogi yakni Bahasa Inggris, ICT, dan spiritual wisdom serta profesionalisme prodi. “Saya kira ini adalah bekal kepada seluruh alumni IPI untuk bersaing bersama alumni kampus lain di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, wisudawan terbaik IPI, Muhammad Ilham mengatakan sangat bersyukur telah menyelesaikan studinya di IPI. Kata dia, pada awal kuliah perdana dirinya tidak menyukai bahasa inggris tapi karena terbiasa maka ketidaksukaan itu berubah 180 derajat.

“Pertama kali saya masuk di IPI, saya tidak suka bahasa Inggris. Namun setelah lama belajar di IPI justru asumsi saya berubah. Pernah saya ke Kediri, untuk belajar bahasa Inggris. Ternyata setiba di sana, saya justru ditunjuk untuk menjadi tutor,” kata Ilham.

“Bahkan sekarang saya telah menerbitkan buku pembelajaran bahasa Inggris, dan menjadi pembina di asrama kampus yang mengajarkan bahasa Inggris ke junior-junior saya,” tambahnya.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan