Ekonomi

Bahaya, Kapal Pengangkut BBM ke Wakatobi Tak Bersegel Pertamina, ABK: Itu Sudah Beberapa Tahun

SUARAPANTAU.COM, WAKATOBI – Kapal Pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) atau Trasportir ke Wakatobi selama beberapa tahun beroperasi rupanya tak punya segel dari Pertamina.

Hal itu terkuak, ketika dilakukan Sidak Investigasi oleh Tim Pengawas BBM Subsidi Kabupaten Wakatobi, terdiri dari Kepolisian, Kejaksaan, Instansi terkait Pemerintah Daerah (Pemda) Wakatobi berdasarkan SK Bupati Nomor 628 Tahun 2018.

“Tim pengawas BBM turun lapangan terdiri atas dinas perindag, kepolisian, kejaksaan, pol PP, PTSP, memantau di APMS dan sub distributor BBM yg ada di Wakatobi, yaitu CV. Fajar Mekar di mandati, CV. Sumber Wangi di Wandoka, PT Uthika Multi Utama di Waelumu. CV Untuno Pratama di matahora dan CV Berkah Jaya di kel wanci,” ungkap Kadis Perindag Wakatobi, Sabtu, (9/1/2021).

Ketika mengunjungi Lokasi Pembongkaran, di bibir Pantai Kelurahan Mandati II, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Secara Kebetulan Tim mendapati Awak Kapal Pengangkut BBM sedang melakukan Pembongkaran.

Nampak aktifitas ABK Kapal yang sedang melakukan pengisian BBM dari Tangki Transportir ke tangki Mobil Pertamina dengan menggunakan Selang biasa yang tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pertamina, Selain rawan bocor selang yang digunakan juga rentan dengan percikan api.

Salah satu Tim Pengawas BBM Subsidi dari Pihak Kejaksaan Negeri Wakatobi, Kasi Intel Baso Sutrianti menanyakan kunci segel pada bak kapal penampung BBM, namun ABK kapal mengatakan tidak ada semenjak beberapa tahun lalu.

“Tidak ada segel, ini kan pake kuncinya saja pak (ABK sambil menunjukan kunci pada Tim pengawas) “cetus ABK kapal An. Hasanudin saat ditanya tim Pengawas.

Lebih lanjut Hasanudin mengatakan, jika pengangkutan ke Talaga ada segelnya dan ke Wakatobi tidak ada.

Baso Sutrianti, lalu kemudian kembali menanyakan apakah ada segel khusus yang digunakan, Hasanudin menjawab ada yakni segel berwarna merah.

“Segelnya pake Fambel warna merah pak kalau yang dimuat ketalaga, itu disegel dikapal, kalau kesini tidak pernah pak,” ujar Hasanudin.

Pasca adanya keterangan dari ABK kapal Trasportir milik PT. Fajar Mekar itu, para Tim gabungan lansung melanjutkan perjalanan ke beberapa APMS lainya. Hasilnya harga dibeberapa titik APMS pada Nozzle mulai menyesuaikan dengn harga yang ditetapkan pemerintah, walupun Masi ada yang belum melayani pengisian. (SpLD/red)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Suara Pantau
%d blogger menyukai ini: