Dr. Cecep Suryana Ungkap Masalah Pendidikan Nonformal di Indonesia

  • Whatsapp
Tangkapan Layar Webiner Seminar Pendidikan

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Seminar nasional Pendidikan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (HimaPLUS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) dihadiri oleh hampir 500 peserta secara virtual yang tersebar di seluruh Indonesia.

Webiner yang bertema “Mampukan Pendidikan Indonesia Mempersiapkan Generasi Emas 2045” tersebut dihadiri oleh berbagai latar belakang, diantaranya, peserta didik, mahasiswa, pegiat pendidikan nonformal dan juga akademisi Pendidikan Luar Sekolah.

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai salah satu narasumber, Dr. Cecep Suryana M.M menjelaskan tentang permasalahan dunia pendidikan Nonformal/Pendidikan Masyarakat dan upaya yang akan dilakukan.

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini angka buta aksara usia 15-59 tahun secara nasional mencapai 1.78 % atau sekitar 3.053.353) orang.

“Angka buta aksara kita masih ada sekita 1.78% dari total jumlah penduduk atau sekitar 3.053.353 masyarakat sehingga kedepannya perlu kita siapkan strategi dan menggalakkan budaya literasi yang baik. Selain itu, Dirinya juga mengungkapkan bahwa setiap tahun angka buta aksara mengalami penurunan,”jelasnya.

Cecep menambahkan bahwa kondisi saat ini juga di dunia pendidikan nonformal/pendidikan masyarakat masih terbatasnya kemampuan para pengelola SPNF untuk mengembangkan SPNF.

“Permasalahan Dunia pendidikan nonformal/pendidikan masyarakat saat ini masih terbatasnya kemampuan para pengelola SPNF untuk mengembangkan SPNF (perbedaan latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi, geografis), (Khususnya untuk PKBM, SKB dan Rumpin),”lanjutnya.

Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui kegiatan literasi, karakter individu yang nasionalisme, religigius, mandiri dan gotong royong.

Terakhir ia menyampaikan bahwa saat ini berbagai solusi akan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengatasi permasalah dunia pendidikan nonformal (keaksaraan dan kesetaraan ) yakni Layanan program didasarkan pada kebutuhan masyarakat, Memenuhi Standar Nasional Pendidikan, Memiliki program khas yang diunggulkan dan terakhir Menjalankan fungsi Learning Center, Testing Center, & Community Development.(*)

Facebook Comments

Pos terkait