DKN Laskar Santri Nusantara Jalin Kerjasama dengan BKKBN

  • Whatsapp
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dan Ketua DKN Laskar Santri Nusantara, Didik Setiawan - SUARAPANTAU.COM

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara (DKN LSN) bersama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, Kamis (4//3/2021).

Dalam pertemuan tersebut, membahas kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) menyambut bonus demografi.

Bacaan Lainnya

Diketahui, tingginya jumlah penduduk usia produktif pada 2030 Itu menjadi tantangan bagi negara kita untuk mempersiapkan SDM yang unggul.

Hasto Wardoyo mengatakan pembangunan SDM akan menjadi lebih penting pada masa mendatang, setelah pembangunan infrastruktur. Mengingat infrastruktur kedepan akan rusak tapi pembangunan SDM adalah investasi masa depan yang baik.

“Sementara untuk memecahkan masalah tersebut harus tau akar permasalahanya yaitu dengan didasari calon pengantin yang siap dan faham akan ekonomi keluarga hingga kesehatan reproduksi,” ungkapnya.

Sehingga harus ada pendidikan pranikah untuk mewujudkan rumah tangga yang sukses melahirkan generasi yang unggul, hal ini bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah.

“Organisasi kemasyarakatan serta lembaga pendidikan yang dimilikinya juga harus berperan dalam melakukan pembekalan sejak dini dan pendidikan pranikah terhadap perempuan melalui kader-kadernya diseluruh daerah yang ada diseluruh Indonesia untuk ikut andil mensukseskan tujuan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum DKN LSN, Didik Setiawan mengungkapkan, pada kesempatan ini juga dijalin kerjasama antara DKN Laskar Santri Nusantara dengan BKKBN untuk sinergis mensukseskan dengan ide-ide modern dan millenial.

Ketua umum DKN Laskar Santri Nusatara menyampaikan bahwa di Rumah Sakit besar sudah ada penerapan teknologi TeleCTG (CTG Portabel) ini berfungsi untuk mencatat detak dan irama jantung bayi, memonitor gerakan janin, dan mencatat kontraksi ibu hamil dari jarak jauh.

“Teknologi modern ini juga harus diterapkan hingga level bawah sehingga deteksi akan kesehatan janin khususnya ibu hamil yang didaerah pinggiran mampu terpantau dengan baik, karena kasus kekurangan gizi dalam masa kehamilan rata-rata ada didesa-desa tertinggal,” ungkapnya.

Selain itu soal edukasi dan sosialisasi pencegahan perkawinan anak harus dikemas dengan gaya anak millenial dengan inovasi dan kreatifitas.

DKN LSN memberikan konsep program pembuatan Spot selfi di area-area wisata desa, pojok edukasi pranikah dipondok pesantren, ditempat-tempat strategis dalam ruang pendidikan atau fasilitas umum kota, sehingga secara perlahan menjadi edukasi terkait himbauan dan ajakan untuk melawan perkawinan anak.

“Sesuai data LSN yang memiliki koordinator di 26 Wilayah provinsi dan 273 kabupaten/kota, siap ikut dalam berkontribusi mensukseskan program terebut,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua umum DKN Laskar Santri Nusantata memberikan kenang-kenangan hasil kreatifitas karikatur Laskar Santri Nusantara siap sukseskan program BKKBN.

Sebaliknya BKKBN juga menyambut dengan baik, memberikan kenang-kenangan kepada Laskar Santri Nusantara.(/ran)

Facebook Comments

Pos terkait