Legislator Golkar Harap Mendikbud Jangan Terlalu Merasa Pintar Dalam Membuat Kebijakan

  • Whatsapp
Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim karena terlalu merasa pintar dalam membuat kebijakan. Kririk tersebut disampaikan pada ngopi seksi dengan tema : PPDB 2021, Sudahkah Adil Bagi Semua Pihak?. Minggu, (14/3/2021).

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlalu merasa pintar ketika membuat kebijakan. Tidak pernah mengajak para pelaku pembuat kebijakan yang sebelumnya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa setiap kebijakan selalu menimbulkan polemik karena tidak mau membuka diri.

“Masalah yang terjadi bisa terselesaikan apabila kualitas komunikasi berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Anggota DPR dari Partai Golkar itu juga berharap agar ketika membuat kebijakan pelibatan seluruh pelaku pendidikan itu sangat penting sehingga kesannya tidak merasa hebat di Republik ini.

“Bentuk sosialisasi yang dilakukan kelihatan nya tidak melibatkan para pemangku kepentingan di lapangan. Sehingga prinsip DPR RI, apabila masih ada kegaduhan dalam kebijakan publik jangan salahkan kami jika bersuara,” tegasnya.

Dirinya juga menyinggung bahwa Pasal 1 Butir 30 UU Sisdiknas Tahun 2003 apabila ada masalah Menteri yang bertanggung jawab, tadi disampaikan bahwa bolanya dilempar ke daerah tapi tetap ketika ada masalah yang tanggung jawab adalah Menteri.

Selain itu, Ferdiansyah juga berharap agar dunia  pendidikan jangan hanya melihat dari konteks geografis tapi juga dari segi Sosial, Ekonomi, Budaya karenanya itu merupakan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, Nadiem Anwar Makarim juga harus banyak belajar tentang sejarah pendidikan yang dilakukan oleh para pendahulu.

Facebook Comments
  • Whatsapp