Zainuddin Maliki Harap Pembukaan Sekolah Harus dengan Jaminan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Anggota Komisi X DPR RI, Zainuddin Maliki

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI, Prof. Zainuddin Maliki meminta agar rencana pembelajaran tatap muka di semua jenjang sekolah harus berpatokan pada peta persebaran Covid-19.

Dirinya berpendapat, pendidikan di Indonesia selama ini cenderung dikemas secara behavioristik. Dimana guru menempatkan diri sebagai subyek dan siswa sebagai obyek pembelajaran.

Bacaan Lainnya

“Akibatnya siswa belajar kalau ada guru. Tidak ada guru tidak ada pembelajaran. Jadi pembelajaran hanya terjadi jika diintervensi dan dikontrol dari luar. Tegasnya hanya ada pembelajaran kalau di depan guru,” ujarnya. Dikutip dari SINDOnews, Selasa (23/3/2021).

Dirinya juga meyakini bahwa membenahi PJJ akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan upaya membangun kesadaran intrinsik siswa didik tentang pentingnya belajar.

Zainuddin menuturkan, sejumlah pihak menginginkan agar sekolah tatap muka segera digelar. Alasannya untuk menghindari anak Indonesia dari kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar (learning loss).

Akan tetapi, lanjutnya, apakah saat ini sudah layak untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

“Layak atau tidak diterapkan pembelajaran tatap muka, menurut hemat saya tetap harus didasarkan peta persebaran Covid 19,” dikutip dari SINDOnews, Selasa (23/3/2021).

Dia menuturkan, untuk zona merah dan di daerah yang positive rate nya tinggi diharapkan untuk menunda pembelajaran tatap muka. Hal ini untuk mengantisipasi resiko penularan yang tinggi. Namun, ujarnya, konsekuensinya adalah guru-guru harus bisa mengemas model pembelajaran daring yang efektif dan menyenangkan.

“Pemerintah bisa mengizinkan bagi orangtua yang ingin anak-anaknya kembali ke sekolah khususnya yang berada di zona kuning atau zona hijau yang positive rate dan risiko penularannya rendah,” terangnya.

Akan tetapi, dia menekankan, pembukaan sekolah di zona kuning dan hijau itu harus dengan jaminan protokol kesehatan yang benar-benar bisa diterapkan. Seperti pengaturan jarak, penggunaan masker, serta memastikan kesadaran peserta didik untuk rajin mencuci tangan.(*/rls)

Facebook Comments

Pos terkait