Tingkatkan Ekonomi Hijau, HIMA AK FEB UNM Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Hima Ak) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar kegiatan kolosal ‘Accounting Fest’ atau festival akuntansi (AFest) hari ini, Jumat (26/3/2021). Dilaksanakan selama tiga hari, 26 hingga 28 Maret 2021.

Mengangkat tema “Dilema; antara pembangunan ekonomi dan krisis ekologi”. Accounting Fest terdiri dari dua item kegiatan yakni, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional dan Webinar Nasional.

Untuk lomba karya tulis ilmiah, ada sebanyak 15 tim yang berhasil lolos seleksi paper yang. Diantaranya; tim Ngookey Universitas Gaja Mada (UGM), TM Squad Universitas Pendidikan Indoensia (IPI), tim Inisiator Universitas Semarang (Unnes), tim Abhipraya Institute Teknologi dan Bisnis Bali.

Selanjutnya, tim Unimedosifisial dari Universitas Negeri Medan (Unimed), tim Lucerna Universitas Brawijaya (UB), tim A+ Syafiq Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, tim Philos Politeknik Perkapalan Surabaya, tim Tax Center Uniskal Universitas Islam Kediri.

Kemudian, tim Perisai dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), tim Maiwa Universitas Hasanuddin (UNHAS), tim UKIP 3 Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus), tim Baharuddin Lopa UNHAS, TIMACFIS Universitas Negeri Malang dan tim BOPIN UNHAS.

Sementara untuk webinar nasional, yang dilaksanakan pada Minggu (28/3/2021), mengangkat tema “Integritas Pembangunan Ekonomi dan Kepentingan Ekologi”.

Hadir sebagai narasumber yakni, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Kepala Kajian Lingkungan LPEM FEB UI, Alin dan Enviromental Economist World Bank Co Founder Think Policy Society, Andhyta F Utami.

Ketua Panitia AFest, Muhammad Anugrah menyampaikan, tujuan kegiatan tersebut dilaksanakan diharapkan mampu menjawab rentetan persoalan ekonomi di indoensia, utamanya pembangunan berbasis lingkungan yang sehat.

“Adapun tujuan kegiatan ini dilaksanakan dengan tema sentral ekonomi dan ekologi adalah bagaimana menyeimbangkan antara pembangunan dengan iklim sosial atau ekologi. Ada pembangunan ekonomi namun, tidak mengesampingkan dampak lingkungan sosialnya,” papar Anugrah.

Dipertegas, Ketua Umum HIMA AK FEB UNM, Zulkifli Arsyad menuturkan, salah satu yang menjadi perhatian seluruh negara di dunia saat ini adalah dampak lingkungan yang dimunculkan setelah adanya pembangunan ekonomi.

Indoensia, notabenenya adalah negara penyumbang sampah tersebar tak bisa dipungkiri apabila cikal bakal gerakan menolak pembangunan ekonomi tanpa berbasis ekologi kian gencarnya. Apalagi Indonesia, sebagai negara berkembang diproyeksikan terus menggenjot infrastruktur atau pembangunan.

“Antara pembangunan ekonomi dan kritis ekologi bukan lah hal yang harus dipilih salah satunya. Tentu kita berharap, dua-duanya jalan beriringan, ekonomi maju dan lingkungan tetap terjaga,” jelasnya Zul.

Pasalnya, menurut Zul, banyak yang percaya bahwa kaum milenial adalah sekumpulan anak muda yang kaya akan gagasan, berpikir out of the box, dan identik dengan inovasi pembawa perubahan. Oleh karena itu, lompatan untuk melawan krisis multidimensi ini tidak akan berjalan lancar tanpa peran sentral dari pemangku kebijakan, akademisi, milenial, serta masyarakat secara umum .

Sementara, Dekan Fakultas FEB Thamrin Tahir dalam sambutannya menyambut baik gagasan yang digelar HIMA. Menurutnya, semua kemajuan di era ketidakpastian nan super cepat ini ditambah kondisi pandemi covid-19 mampu melaksanakan kegiatan ilmiah.

“Saya menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada kepanitiaan dan himpunan sehingga terlaksana kegiatan ini. Tentu, semua kemajuan kita semua apalagi pengurus himpunan di akuntansi, apalagi saat ini era ketidakpastian era kecepatan dan itu bisa menjadi tantangan dan bisa menjadi harapan kita semua,” kata Thamrin.

“Tema ini diangkat memiliki makna tajam terhadap kondisi perekonomian kita saat ini. Semoga kegiatan ini dari 15 tim yang ikut kompetisi, mampu melahirkan definisi-definisi baru akuntansi yang multiparadigma. Paling tidak bisa mengurangi pembangunan yang tidak mengesampingkan ekologi,” sambungnya lugas.

Senada, juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Pendidikan Usia Dini dan Masyarakat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Hikmah Manganni. Ia mengutarakan, konsepsi pendidikan di Makassar adalah hal yang penting untuk diperhatikan.

Bagi Hikmah, selaras dengan visi dan misi Wali Kota Makassar yakni revolusi sumber daya manusia (SDM), salah satunya pendidikan. Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan gerakan berpikir cepat dan bekerja cepat.

“Visi dan misi Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto yaitu menuju Makassar sebagai Kota Dunia tidak mesti selalu terlihat penampakan gedung-gedung yang bertingkat. Tentunya, pemerintah ingin memanusiakan manusia,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNM, Sukardi Weda mengatakan, meski pelasananya tingkat jurusan, namun memberikan manfaat yang besar terhadap kampus itu sendiri. Terbukti, peserta yang dihadirkan mampu menggaet beberapa universitas ternama di Indonesia.

“Sebagai pimpinan, kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Akuntansi. Inilah pentingnya pendidikan. Kami juga menegaskan, bahwa sebagai warga negara tidak ada alasan untuk tidak mengenyam atau mengakses pendidikan tinggi karena Pemerintah hadir dengan beragam beasiswa,” kata Sukardi, yang juga mantan Wakil Dekan III Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM ini. (*)

Facebook Comments
  • Whatsapp