OIC Youth Indonesia Minta Jokowi Abaikan Semua Pernyataan Benny Wenda

  • Whatsapp
Sekretaris OIC Youth Indonesia, Bintang Wahyu Saputra

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia, Bintang Wahyu Saputra bisa memahami keputusan Presiden Joko Widodo yang akan mengambil tindakan tegas terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang terus melakukan teror dan pembunuhan terhadap masyarakat di Papua.

“OIC Youth Indonesia mengerti dan memahami keputusan Presiden Jokowi mengambil tindakan tegas terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini terus melakukan teror dan pembunuhan terhadap masyarakat di Papua. Bukan hanya TNI dan Polisi, masyarakat sipil juga jadi korban,” ujar Bintang, kamis (29/4/21) kemarin.

 

Selain itu Bintang juga meminta Jokowi mengabaikan semua pernyataan Benny Wenda yang di luar negeri mengaku sebagai Presiden interim United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP.

“Benny Wenda memberikan pernyataan provokatif bahwa di Papua Indonesia telah membunuh 500.000 orang Papua. Pernyataan ini disampaikan Benny kepada media menyikapi keputusan Presiden Jokowi yang akan menindak tegas KKB di Papua. Tentu saja ini pernyataan ngawur yang tidak perlu ditanggapi,” lanjut Bintang.

OIC Youth Indonesia juga meminta negara lain tidak terlibat dalam internal negara indonesia terkait kasus papua.

“OIC Youth Indonesia berterima kasih jika negara lain tidak ikut campur masalah internal negara Indonesia, terutama soal Papua. Jangn ganggu kedaulatan kami hanya karena negara anda bersimpati kepada Benny Wenda. Dalam pergaulan dunia ada etika, hormati kedaulatan negara sahabat mu. Mari sama-sama kita jaga hubungan bilateral dan multilateral yang selama ini terjalin baik,” pungkas Bintang.

Bintang mengakui jika diluar sana banyak pihak yang mengaku sebagai aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) memberikan informasi yang menyesatkan kepada masyarakat dunia. Tidak jarang mereka menyebarkan berita palsu dan menyembunyikan tindakan keji KKB di Papua.

“Banyak yang ngaku aktivis HAM bicara diluar menyudutkan pemerintah Indonesia tapi menyembunyikan tindakan keji KKB kepada dunia luar. Padahal KKB di Papua sudah ditolak masyarakat adat, Dewan Masyarakat Papua yang dipimpin Yanto Eluay, putra tokoh masyarakat adat karismatik Theys Hiyo Eluay,” kata Bintang.

Sekretaris Jenderal OIC itu akan menyampaikan informasi yang terjadi di Papua ke sesama aktivis OIC yang beranggotakan di 57 negara.

“Kasus yang terjadi di papua akan kami sampaikan ke sesama aktivis OIC Youth yang beranggotakan 57 negara, bahwa yang dilakukan pemerintah adalah tindakan penegakan hukum. Menindak tegas atas tindakan kriminal KKB dan bukan genosida yang digembar gemborkan oknum aktivis Papua Merdeka dan simpatisannya di luar negeri,” tegas Bintang.

Diketahui OIC youth Indonesia merupakan organisasi Pemuda  Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 negara yang tersebar di Asia, Eropa, dan Afrika.

(*/SA)

 

Facebook Comments
  • Whatsapp