HMI Cabang Wajo Minta Bupati Copot Kadis Pertanian

  • Whatsapp
Ketua Umum HMI MPO Cabang Wajo, Ahmad Muliyadi - SUARAPANTAU.COM

SUARAPANTAU.COM, WAJO – Seumlah petani mengeluhkan hasil panen yang dirasakan sangat menurun pasca panen raya.

Menurunnya hasil panen petani disebabkan beberapa hal yakni keterbatasan stok pupuk yang kurang memadai.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Wajo, Ahmad Muliyadi menyebutkan banyak temuan distribusi pupuk kurang transparan.

Ahmad Mulyadi menuding Kadis Pertanian Wajo, Ir Muhammad Ashar terkesan menutup mata dan abai terhadap persoalan yang dialami petani.

“Kami menyayangkan atas ketidakbecusan kinerja Kepala Dinas Pertanian Wajo sebagai penanggung jawab yang mengurusi peningkatan ketersediaan pangan. Harusnya pak Kadis Pertanian mengambil langkah untuk memperbaiki peningkatan hasil panen petani Wajo. Tidak seperti sekarang ini lebih banyak berdiam diri”, tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (11/5/2021).

Mahasiswa Uniprima Sengkang ini, menilai Kadis Pertanian Kabupaten Wajo tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Dengan kejadian seperti ini Pak kadis pertanian hanya lebih banyak mencitrakan diri dan tidak mampu bekerja dengan baik buat petani kita dan kami mendorong Bupati Wajo untuk mencopot kepala dinas pertanian Kabupaten Wajo, Ir Muhammad Ashar”, tandasnya.

Sementara itu, salah seorang petani Kecamatan Bola, Ambo Enre mengakui turut merasakan turun drastis hasil panen pada musim ini.

Ia mengelola lahan seluas 2 hektar dan hasilnya kurang maksimal dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Lengkap lah penderita kami ditengah pendemi Covid-19 dengan hasil panen yang menurun diakibatkan keterlambatan pupuk dan stock pupuk yang kurang”, ungkapnya.

Kedepan, Ia berharap Kadis Pertanian bisa lebih proaktif memikirkan nasib petani.

Ia juga mengeluhkan penyuluh pertanian yang tidak maksimal dalam melakukan pendampingan terhadap petani.

“Penyuluh pertanian lapangan tidak bekerja profesional menjalankan tugasnya dengan baik sebagai fasilitator alternatif memberikan edukasi terhadap petani,” tutupnya.

(*/rls)

Facebook Comments