Sambut Blended Learning, Dosen UNM Latih Guru Produksi Media Pembelajaran Berbasis Android

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, MAKASSAR – Pandemi covid-19 membuat seluruh bidang kehidupan terdampak. Tidak terkecuali bidang pendidikan terutama pelaksanaan pembelajaran tatap muka diganti menjadi pembelajaran daring (online).

Bahkan, pembelajaran daring ini berlaku pada semua jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi. Karena itu, hal ini membuat guru untuk lebih kreatif dalam memproduksi media pembelajaran untuk membantu dalam penyampaian materi kepada siswa.

Bacaan Lainnya

Hal ini kemudian menarik Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari program untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Salah satunya meningkatkan kompetensi guru dalam memproduksi media pembelajaran berbasis IT android.

Kegiatan ini ditujukan kepada guru SMP Negeri 6 Makassar yang dilaksanakan di Hotel Aston Makassar, Senin 24 Mei 2021 lalu. Hadir sebagai narasumber Dr. Nurhikmah H., S.Pd., M.Si., dan Dr. Awaluddin Muin, M.Sn. serta tim PKM dari mahasiswa prodi Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana UNM.

Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Makassar, Dr. H. Munir, M.Pd. mengatakan bahwa workshop ini bertujuan untuk mempersiapkan pendidik dan tenaga pendidik dalam menghadapi new normal yakni perpaduan belajar tatap muka dan jarak jauh atau blended learning. “Kita ingin ada persiapan,” kata H. Munir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba, S.H., M.AP. mengatakan konsep pembelajaran blended learning telah dicanangkan oleh Pemkot Makassar. “Harapannya siswa dalam satu kelas hanya boleh diisi setengah dari jumlah siswa dan sisanya akan belajar melalui daring,” kata Nielma Palamba dalam sambutannya ketika membuka acara.

Sementara itu, Dr. Nurhikmah H. S.Pd., M.Si. dalam paparan materinya menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan akan membantu guru dalam mendukung kelancaran pembelajaran blended learning dan membantu guru dalam penyampaian pembelajaran.

“Saya kira media video dapat dijadikan salah satu solusi yang efektif. Karena itu sangat diperlukan kemampuan guru dalam memproduksi video pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, variatif, dan menyenangkan,” kata Nurhikmah.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan membatasi peserta workshop hanya 48 orang tampak yang antusias dengan materi yang disajikan.

Facebook Comments

Pos terkait