Billy Mambrasar Resmikan Sekolah Rimba di Pelosok Provinsi Jambi

  • Whatsapp
Billy Mambrasar Saat Meresmikan Sekolah Rimba di Jambi

SUARAPANTAU.COM, JAMBI – Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar dan Juara 1 Indonesian Idol 2014 terus mendorong perluasan akses pendidikan ke daerah pedalaman Indonesia. Keduanya kali ini melakukan kunjungan ke Provinsi Jambi.

Nowela dan Billy tampak ceria berinteraksi bersama anak-anak Suku Anak Dalam, di Dusun Rimbo Antuy Jambi, dalam rangka peresmian sebuah Sekolah Nonformal yang dinamakan: “Sokola Rimba”, dalam rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Master Guide Reinforcement Indonesia (MGRI) di Talang Nyamuk, Provinsi Jambi beberapa hari lalu.

Bacaan Lainnya

Sekedar diketahui tahun sebelumnya, tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), mengeluarkan data yang menunjukkan bahwa jumlah anak usia 7-12 tahun di Indonesia yang tidak bersekolah berjumlah sekitar 1.228.792 anak. Bila ditambah dengan mereka dalam rentang usia 13-15 tahun di 34 provinsi, yang jumlahnya adalah 936.674 anak, ditambah  2,420,866  anak pada usia 16-18 tahun, maka jumlah yang tidak bersekolah adalah 4.586.332 anak.

Dalam kaitannya dengan masalah tersebut, Billy Mambrasar terkenal aktif mempromosikan akses Pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh anak Indonesia.

“Pak Jokowi mendorong percepatan pembangunan Pendidikan, dan salah satunya adalah pemberian akses seluasnya untuk seluruh anak Indonesia, salah satunya melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) ini,” tutur Billy Mambrasar.

Sebagai salah satu dari tiga Duta SDGs Indonesia oleh Kementerian Bappenas bersama dengan Yayasan Kitong Bisa, Billy Mambrasar saat ini aktif mendorong terbentuknya pusat-pusat belajar Nonformal, untuk meningkatkan akses Pendidikan bagi mereka yang berada di daerah terluar Indonesia, bekerjasama dengan berbagai mitra, termasuk Pemerintah, dan juga sektor swasta.

“Perjalanan ditempuh dari Kota Jambi, hingga ke Dusunnya memakan waktu hingga lebih dari sehari, karena kami harus menginap satu malam dulu di Talang Nyamuk, sebelum melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Perahu, dan berjalan Kaki selama beberapa jam, hingga tiba di Dusun Rimbo Antuy tersebut,” tutur Billy.

Medan yang harus ditempuh untuk mencapai dusun tersebut memang cukup sulit. Butuh tenaga ekstra dan keberanian lebih, untuk dapat mengarungi hutan dan sungai, saat melakukan perjalanan panjang tersebut.

“Saya pertama kali menemukan lokasi untuk mendirikan sekolah ini, sempat berenang, dan akhirnya mencapai titik dimana saya menemukan beberapa kepala keluarga dengan anak-anaknya tidak memiliki sekolah dan akses kesehatan di dusun di tengah hutan ini. Oleh sebab itu, saya mengajak komunitas MGRI, membantu saya membangun pusat kesehatan dan Pendidikan Nonformal ini,” ujar Leonardo Soewarso, dari Yayasan Pendidikan Advent, yang pertama kali menemukan dan mendorong didirikannya pusat belajar nonformal ini.

Leonardo menambahkan bahwa mereka menamakan pusat belajar ini sebagai : “Sokola Rimba”, untuk meneruskan Semangat Butet Manurung, seorang pendiri Sokola Rimba di daerah Bukit Dua belas Provinsi Jambi, yang pertama kali menjangkau suku anak dalam.

Pusat belajar ini akan memberikan akses pendidikan gratis kepada kurang lebih 100 anak pedalaman di dusun rimbo antuy dan dusun-dusun sekitarnya.

Dalam acara ini, Billy Mambrasar menerangkan salah satu dari 5 program kerjanya sebagai Staf Khusus Presiden RI, khususnya dalam sektor Pendidikan.

“Seperti diketahui, bahwa saya mendorong meningkatnya akses Pendidikan di Indonesia, untuk mereka yang berasal dari kelompok termarjinalkan, di wilayah yang sulit di Jangkau. Gerakan itu saya namakan: “BAPER”, atau Bawa Perubahan, yang merupakan kolaborasi saya bersama dengan Mas Menteri Nadiem Makarim,” ujar Billy Mambrasar.

Seperti halnya Billy, Nowela Mengaku sangat antusias dan berharap dapat terus mendrong berdirinya pusat-pusat belajar lainnya di Indonesia bersama dengan Gerakan Bawa Perubahan milik Sahabatnya, Billy Mambrasar ini.

“Saya bukan hanya ingin dikenal sebagai seorang Nowela Indonesian Idol, yang pandai bernyanyi, tapi juga seseorang yang mampu melakukan perubahan positif, seperti kegiatan-kegiatan ini,” tutur Putri Papua kelahiran Wamena ini dengan optimis.

(*/rls)

Facebook Comments

Pos terkait