LIPI Kritik Sistem Kader Parpol Tidak Jalan, Gerindra dan NasDem Sulsel Membantah

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, MAKASSAR – Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) melaksanakan diskusi daring terkait Pilkada pada 2 Juni lalu. Dalam diskusi itu, turut hadir peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro.

Dalam paparannya, Siti Zuhro menyampaikan kritik yang menarik yakni Partai Politik (Parpol) tidak menjalankan fungsi kaderisasi, kesadaran politik belum memadai, independensi penyelenggara pemilu, hingga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bacaan Lainnya

Hal ini pun dibantah oleh sejumlah kader Parpol di Sulsel. Diantaranya Partai NasDem dan Partai Gerindra. Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif mengatakan bahwa hal itu tidak sepenuhnya benar. Kata dia, DPW Partai NasDem Sulsel rutin merekrut dan menyiapkan kader terbaik untuk menjadi pemimpin.

“Saya kira tidak juga seperti itu. Apalagi kami di NasDem itu hampir setiap saat membuka diri kepada warga Sulsel yang ingin bergabung. Ini sebagai bentuk perhatian kami dalam menyiapkan kader potensial yang dapat memimpin pada masa yang akan datang,” kata Syahar.

Sebagai bukti, kata dia, Partai NasDem mampu memenangkam tujuh daerah dari 12 kabupaten/kota yang ikut Pilkada 2020 lalu di Sulsel. “Ini menjadi bukti bahwa sistem kaderisasi kami berjalan baik dalam menyiapkan kader untuk memimpin,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel, Darmawansyah Muin menanggapinya dengan kalimat diplomatis. Kata dia, apa yang disampaikan Siti Zuhro itu ada benarnya juga ada tidak benarnya.

“Partai Gerindra itu selalu melakukan pengkaderan secara berkala. Hanya memang, karena covid-19 ini program itu dihentikan sementara. Walau begitu, pertemuan dengan pimpinan dari tingkat pusat hingga daerah bersama kader itu tetap terlaksana dengan baik,” kata Darmawansyah.

Ia menambahkan jika terkait sulitnya kader Gerindra untuk diusung maju pada Pilkada disejumlah daerah di Sulsel bukan menjadi indikator utama penentu jika program kaderisasi partai tidak jalan. Akan tetapi, kata dia, masih perlu dikaji lebih dalam lagi sehingga ada data yang lebih valid.

“Saya pikir usungan di Pilkada itu bukan ukuran satu-satunya, banyak lagi yang lain. Sebab keberhasilan partai bukan hanya disitu tapi juga pada bagian yang lain, misalnya di legislatif. Dan saya kira Gerindra berhasil pada wilayah ini,” ujarnya.

Akan tetapi, politisi asal Gowa ini mengaku jika pada pemilu 2024 mendatang Partai Gerindra akan membuktikan diri sebagai partai yang patut diperhitungkan. Apalagi, kata dia, pemilu 2024 dilaksanakan hampir bersamaan dengan Pilpres, Pileg, dan Pilkada.

“Saya yakin dan DPD Gerindra Sulsel yakin bahwa Pemilu 2024 dapat kami buktikan kualitas kader yang selama ini kami bina di internal. Apalagi di Pemilu nanti itu akan dilaksanakan hampir bersamaan antara pemilihan eksekutif dan legislatif, saya yakin kader kami itu nantinya akan banyak maju di pemilihan eksekutif,” pungkasnya.

Facebook Comments

Pos terkait