Terima DPRD Paser, Hetifah Minta Tenaga Pendidikan Juga Diperhatikan

  • Whatsapp
Hetifah Sjaifudian Saat Menerima Kunjungan Kerja Anggota DPRD Kabupaten Paser

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) asal Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Paser sebanyak 15 orang yang dipimpin oleh Fadli Imawan selaku wakil ketua DPRD dari Fraksi Partai Golkar ke gedung DPR RI, Kamis (3/6/2021) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, para anggota DPRD Paser menyoroti isu-isu pendidikan, terutama terkait perekrutan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan pembangunan infrastruktur sekolah. Dua hal tersebut dianggap sebagai isu yang paling krusial dalam sektor pendidikan di Paser.

Bacaan Lainnya

Hetifah yang juga merupakan wakil ketua Komisi X DPR RI yang membawahi pendidikan ini mengatakan, prinsip empati, kemanusiaan, dan keberpihakan harus dijunjung tinggi dalam penyelesaian isu guru honorer.

“Guru-guru harus diberi semangat dan motivasi agar optimistis dalam mengikuti seleksi PPPK. Kemendikbud juga mengadakan semacam bimbel khusus untuk belajar, agar guru-guru honorer yang ada dapat sukses menjalani tes yang ada,” ujarnya.

Hal tersebut diamini oleh Iwan Syahril yang mengatakan hal tersebut dapat dilakukan melalui portal guru belajar. Dia menekankan bahwa untuk menunjang pembangunan SDM unggul, sistem rekrutmen guru harus diperbarui. “Pemenuhan kebutuhan guru adalah kunci. Seharusnya saat ada yang pensiun, ada mekanisme yang otomatis menggantikan dengan guru yang kompeten,” paparnya.

Iwan menambahkan bahwa pemda tidak perlu khawatir, karena anggaran PPPK sepenuhnya akan ditanggung pemerintah pusat. “Sudah ada pagu anggaran yang tidak bisa diotak atik dari pusat untuk pengangkatan guru PPPK. Ada surat langsung dari Kemenkeu yang telah disebar ke 548 pemda,” jelas Iwan.

Hetifah berharap, dengan informasi ini pemda tidak perlu ragu lagi dalam mengajukan formasi. Selain itu, Hetifah juga menekankan agar juga ada mekanisme pengangkatan bagi tenaga kependidikan.

“Mereka juga berperan besar di dunia pendidikan, tidak boleh terlupakan,” pungkasnya.

(*/rls)

Facebook Comments

Pos terkait