Hadiri Wisuda dan Dies Natalis UIM Makassar, Mentan SYL Minta Wisudawan Kerja Cerdas dan Tuntas

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, MAKASSAR – Kampus Universitas Islam Makassar (UIM) Makassar melaksanakan Wisuda dan Dies Natalis, di auditorium DR KH Muhyiddin Zain, Sabtu 5 Juni. Sebanyak 250 orang wisudawan dan wisudawati. Kegiatan itu dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Diantaranya kampus menyediakan hand sanitizer, jaga jarak aman, hingga mewajibkan pemakaian masker. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Wakil Ketua Dr. K. H. Hamzah Harun, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) IX Prof. Dr. Jasriddin Daud.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa yang menjadi sarjana sekarang akan menghadapi tantangan esok hari. Ia menikai hanya orang yang mau merebut tantangan dan siap menghadapi tantangan akan menjadi orang besar.

“Anak-anakku semua harus punya mimpi karena orang besar yang ada saat ini itu karena dulu dia punya mimpi besar, maka dari itu beranilah bermimpi terus bekerja dan berkarya untuk meraihnya,” kata Syahrul.

Selain itu, Syahrul juga meminta kepada seluruh wisudawan dan wisudawati untuk berpikir cerdas. Salah satunya, kata dia, bekerja secara tuntas untuk tidak menjadi kalah, tidak menjadi peminta-minta dan mengemis.

“Anda harus bekerja cerdas dan tuntas, jika tidak maka Anda hanya akan duduk di pinggir jalan dan berharap bantuan orang lain,” ucapnya.

Ia juga meminta seluruh wisudawan dan wisudawati untuk tidak sombong atas pencapaian dan ilmu yang telah dimiliki. Tapi, kata Syahrul, malulah ketika tidak menerapkan ilmu itu di tengah masyarakat untuk membuat perubahan.

“Jangan sombong karena sudah sarjana tapi malulah ketika tidak bisa berbuat untuk diri Anda dan masyarakat di sekitar Anda menjadi labih baik. Karena, orang baru bisa dikatakan sarjana seutuhnya jika dapat membuat perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al Gazali Makassar, Fatimah Kalla menyampaikan jika ke depan UIM Makassar akan terus berupaya melakukan pengembangan sarana dan prasarana kampus. Karena, ke depan UIM Makassar diharapkan dapat menjadi salah kampus terbaik di Sulsel dan nasional.

“Kita ingin UIM Makassar terus berbenah dengan melakukan sejumlah perbaikan dan pengembangan baik sarana dan prasarana hingga peningkatan SDM. Karena kami ingin UIM Makassar sebagai salah satu kampus unggulan di Sulsel dan nasional,” kata Fatimah Kalla.

Sementara itu, Rektor UIM Makassar, DR. Hj. A. Majdah M. Zain. M. Si., mengatakan bahwa pada bidang akademik sebagai core utama UIM dalam tiga tahun terakhir memberikan kemajuan yang sangat signifikan. Kata dia, akreditasi program studi dari tahun 2019 ada 60% program studi yang terakreditasi B, kemudian di tahun 2020-2021 naik menjadi 90%.

“Program Studi yang terakreditasi B, masih tersisa 6 (enam) Prodi yang terakreitasi C atau sekitar 10% dari 26 Program Studi dan 9 Fakultas di Lingkup Universitas Islam Makassar. Capaian akreditasi yang baik menjadi Indikator Utama Universitas Islam Makassar untuk melompatkan Akreditasi UIM menjadi akreditasi A atau Unggul di tahun 2025,” kata Hj. A. Majdah M. Zain.

Begitupun untuk kurikulum, ia menjelaskan, saat ini ada sekitar limapuluh mata kuliah yang siap di integrasikan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terintegrasi dalam merdeka belajar. Selain itu, kata dia, tahun 2020 ada dua program studi yang meraih dana hibah pengembangan kurikulum kampus merdeka merdeka belajar.

“Untuk tahun 2021 ada tambahan tiga program studi yang mendapatakan hibah tersebut sehingga ada lima prodi yang mengelola hibah pengembangan kurikulim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Begitupun ada satu program studi yang mendapatkan bantuan hibah untuk pengembangan kurikulum bagi mahasiswa kita yang berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Tidak hanya itu, istri Wakil Gubernur Sulsel dua periode Agus Arifin Nu’mang itu mengakui sejak berdirinya UIM Makassar hingga saat ini senantiasa aktif mengikuti berbagai kegiatan, baik kegiatan penelitian maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan melibatkan mahasiswa, dosen, stakeholder terkait, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) provinsi dan kabupaten, serta masyarakat,” ungkapnya.

Facebook Comments

Pos terkait