Dosen FT UNM Gelar Workshop Penghematan dan Penggunaan Energi Listrik di Malino

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, GOWA – Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (JPTE) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Workshop Penghematan dan Penggunaan Energi Listrik kepada warga Kota Malino.

Kegiatan yang dirangkaian dengan pengabdian pada masyarakat terpadu oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UNM itu dilaksanakan di Aula SMA Negeri 4 Gowa, Jalan Pendidikan Malino, Minggu 13 Juni.

Bacaan Lainnya

Kegiatan digelar sebagai bentuk perhatian terkait banyaknya keluhan kenaikan tarif listrik oleh warga Kota Malino. Hal ini juga ditambah dengan dampak pandemi covid-19 yang berpengaruh pada ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua LP2M UNM, Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani Rauf, MT, turut dihadiri dan anggota Tim Drs. Sugeng A Karim, MT. dan Dr. Andi Imran, MT, Wakil Dekan I FT UNM Dr. H. Ruslan, M.Pd. para kepala pusat LP2M UNM, Ketua dan Sekretaris Jurusan JPTE FT UNM, pemerintah kecamatan, perwakilan Polsek dan Lurah serta warga dari kader Karang Taruna dan guru.

Pada kesempatan itu, Firdaus, S.Pd., MT. mengatakan peserta diberikan materi dan dilatih tentang macam-macam energi listrik pada rumah tangga serta tarif dasar listrik per kWh untuk setiap daya yang terpasang di rumah dengan SNI 03-6197-2000 konversi energi pada sistem pencahayaan.

“Cara mengukur konsumsi pemakaian energi listrik menggunakan kWh meter dan mengetahui cara menghitung biaya listrik yang dibayarkan untuk pemakaian energi listrik dalam sekian jam. Upaya alternatif dan perilaku untuk menghemat energi. Cara penggunaan dan perawatan instalasi dan peralatan listrik agar terhindar dari kerusakan dan kebakaran akibat listrik,” kata Firdaus.

Ia menambahkan tim pengabdi juga telah memberikan gambaran tentang pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi untuk mengatasi masalah seringnya terjadi pemadaman listrik, konsep dan teknologi listrik masa depan dengan sumber energi terbarukan.

“Kita juga telah beri penjelasan soal energi listrik terbarukan yang bisa dikelola secara swadaya dan mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu kader Karang Taruna Kecamatan Tinggi Moncong, Muh Saleh Nompo mengatakan jika dirinya mendapat ilmu yang positif setelah mengikuti kegiatan. “Saya sudah bisa hitung tingkat pemakaian listrik dan tingkat pencahayaan dalam ruangan,” kata Muh Saleh Nompo.

Hal berbeda disampaikan oleh Guru SDI Palangga Malino, Marianti, S.Pd. Ia mengaku jika ilmu dan keterampilan yang didapat dari workshop ini akan dipraktekkan di sekolahnya.

“Kami ingin mengajarjan ini kepada siswa sehingga tahu cara menghemat listrik sejak dini, cara menghindari lonjakan pemakaian listrik dan kerusakan peralatan akibat seringnya mati lampu,” pungkasnya.

Facebook Comments

Pos terkait