Mahasiswa UNJ Raih Medali Perak di World Youth Invention and Innovation Award

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bangga tim program studi (prodi) manajemen pendidikan meraih medali perak dalam kompetisi World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) yang diselenggarakan Universitas Negeri Yogyakarta 18-21 Agustus 2021 secara daring.

Tim UNJ yang dinahkodai Komala beranggotakan Ulfhatun Widiastuti serta Amelia Sabella dari program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) dengan mengambil judul “Ready PPDB Zoning: Innovation of Online Application-Based PPDB Zonation System”.

Bacaan Lainnya

“Meraih medali perak dalam suatu kompetisi merupakan suatu prestasi cukup bagus. Melalui prestasi yang dihasilkan, menjadi pengalaman berharga dan dapat mengukur kemampuan lawan dan diri sendiri,”kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNJ, Dr. Abdul Sukur, S.Pd., M.Si saat dihubungi wartawan SuaraPantau, Minggu (5/9/2021).

Abdul Sukur mengharapkan, Komala dan kawan-kawan terus mengasah prestasinya. Dengan harapan, dalam kompetisi selanjutnya mampu meraih prestasi yang diharapkan. Begitu juga dengan mahasiswa yang lain terus berpacu mengikuti jejak Komala.

Sementara Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Dr. RA Murti Kusuma W.S.IP, M.mengatakan, kompetisi ini diikuti hampir 400 tim peserta, dari Indonesia dan negara lain seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Turki, Korea Utara, Korea Selatan, Ira, Pakistan, Rusia, Amerika Serikat, dan masih banyak lagi. Dengan tampilnya tim UNJ masuk posisi kedua meraih medali perak, patut diberikan acungan jempol.

Murti melanjutkan, suksenya Komala dan kawan – kawan meraih medali perak tidak terlepas dukungan Rektor UNJ Prof.Dr. Komarudin, M.Si. dan arahan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, Prof Dr Fahrurrozi, M.Pd.

Sebagai Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, Murti akan selalu berupaya mempercepat dan memudahkan proses pendanaan kegiatan mahasiswa yang mengikuti kompetisi, terutama pada skala nasional dan internasional.

Selain itu juga menyiapkan dosen pendamping yang sesuai dengan program studi asal mahasiswa yang mengikuti kompetisi, serta dosen pendamping sesuai dengan bidang kompetisinya Rahmawati, M.Pd. sesuai dengan substansinya serta Ade Dwi Utama, Ph.D pada aspek public speaking saat presentasi. Harapannya, pola pendampingan seperti ini dapat terus dimatangkan sesuai dengan variasi kompetisi untuk meraih sukses yang diharapkan.

(*/HMT)

Facebook Comments
  • Whatsapp

Pos terkait