Profil Juri Ardiantoro Ketua Tim Seleksi KPU-Bawaslu

  • Whatsapp
Ketua Tim Seleksi KPU-Bawaslu Juri Ardiantoro
Ketua Tim Seleksi KPU-Bawaslu Juri Ardiantoro

SUARAPANTAU.COM, JAKARTAJuri Ardiantoro terpilih sebagai ketua merangkap anggota tim seleksi KPU dan Bawaslu.

Hal tersebut diketahui setelah Pemerintah telah membentuk tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu berisikan 11 orang untuk masa jabatan 2022-2027.

Bacaan Lainnya

Daftar tim seleksi ini diketahui tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 120/P Tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum masa jabatan tahun 2022-2027 dan calon anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum masa jabatan tahun 2022-2027.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengumumkan nama 11 orang tim seleksi tersebut.

“Di dalam keppres ini sudah dibentuk tim seleksi yang jumlahnya ada 11 orang,” ujar Tito dalam konferensi pers dikutp dari news.detik.com

Berikut Profil Juri Ardiantoro

Juri Ardiantoro, yang saat ini masih menjabat Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) yang membidangi informasi dan komunikasi, terpilih sebagai ketua merangkap anggota tim seleksi KPU dan Bawaslu. Juri Ardiantoro menjabat Deputi IV KSP sejak 2020.

Diketahui, Juri sebelumnya sempat memiliki karir panjang di KPU DKI Jakarta. Dia pernah terpilih sebagai anggota KPU DKI pada 2003.

Lalu Pada tahun 2005, dia terpilih menjadi Plt Ketua KPU DKI. Ketua definitif KPU DKI saat itu, M Taufik yang sekarang menjabat Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra ditahan kejaksaan karena kasus korupsi.

Dua tahun setelahnya, dia terpilih menjadi Ketua KPU definitif untuk masa bakti yang singkat, sekitar setahun, dari 2007 hingga 2008. Juri terpilih lagi menjadi komisioner dan ketua KPU DKI untuk periode 2008-2013.

Selanjutnya, Juri juga sempat terpilih sebagai Ketua KPU RI menggantikan Husni Kamil. Dia menghabiskan masa bakti sebagai Ketua KPU RI sejak 2016 hingga April 2017.

Selepas menjadi Ketua KPU DKI, pada 2018, Juri Ardiantoro juga pernah menjadi anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilu 2019.

Pria kelahiran Brebes ini memiliki beragam latar belakang pendidikan. Dia memperoleh gelar sarjananya dari jurusan pendidikan sejarah IKIP Jakarta (sekarang UNJ), dengan periode kuliah 1992-1999. Juri kemudian melanjutkan pendidikan magisternya di jurusan Sosiologi FISIP UI pada 2000-2003. Dia menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Sosiologi di Universiti Malaysia, Kuala Lumpur, 2006-2015.

Juri cukup aktif saat masih jadi mahasiswa. Dia tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan mendirikan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP). Aktivitasnya di KIPP itulah yang bisa jadi mengantarkannya berkarir di KPU.

Juri mengawali kariernya sebagai guru SMA di Lab School Jakarta pada periode 1999-2000. Lalu dia menjadi dosen di FISIP Universitas Bung Karno (UBK), lalu kemudian pindah mengajar di UNJ.

(*)

Facebook Comments

Pos terkait