KSD Gelar Diskusi Virtual Hingga Rilis Evaluasi 2 Tahun Kepemimpinan Jokowi

Momentum Sumpah Pemuda, KSD Gelar Diskusi Virtual
Momentum Sumpah Pemuda, KSD Gelar Diskusi Virtual

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Pakar Intelijen dan Keamanan Republik Indonesia, Stanislaus Riyanta, mengatakan bahwa momentum sumpah pemuda bisa dijadikan refleksi bagi pemerintah, untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan berkolaborasi antar institusi, termasuk dengan TNI-POLRI.

Hal ini disampaikan Stanislaus Riyanta, dalam acara diskusi dengan tema ‘Situasi Polhukam Pasca 2 Tahun Presiden Jokowi-Amin’ yang diadakan secara virtual.

Peserta yang hadir 100 orang mahasiswa. Acara refleksi sumpah pemuda tersebut diselenggarakan oleh Forum Kajian Strategis Demokrasi (KSD)

Dalam acara tersebut, Stanislaus mengatakan bahwa Polri di era kepemimpinan Jendral Listyo Sigit harus diakui terjadi perubahan ke arah lebih baik. #

Peran Polri dalam penanganan Covid-19 juga sangat siginifikan, rahasia suksesnya karena beliau berhasil merangkul anak muda dan mahasiswa.

Dia melanjutkan, Polri yang mempunyai tugas utama di bidang keamanan, ikut berjibaku melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

Bahkan vaksinasi yang dilakukan oleh Polri ini sangat mudah diakses dan tersebar sangat masif sehingga sangat membantu masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi.

“Polri berhasil memperbaiki tata kelola lembaga dan teknik komunikasi yang benar. Buktinya mereka berhasil merangkul mahasiswa sebagai pemuda yang produktif, untuk mensosialisasikan vaksinasi hingga rodshow vaksinasi serentak di berbagai kampus di Indonesia. Ini Momentum untuk merajut kembali semangat kita sebagai pemuda Indonesia,” kata Stanislaus Riyanta di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Di sisi lain, tantangan Polri saat ini cukup besar terutama untuk perbaikan internal.

Tindakan tegas pimpinan Polri terhadap beberapa oknum Polri dalam kasus-kasus yang viral akhir-akhir ini patut diapresiasi.

Dia menegaskan Tidak mudah untuk mewujudkan Polri yang PRESISI, namun langkah-langkahnya sudah dimulai dengan baik, terutama ketegasan dan konsistensi pimpinan Polri.

“Perubahan menjadi Polri yang PRESISI hingga ke tingkat bawah menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Kepercayaan Pemerintah RI kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi kunci suksesnya institusi, terutama memberikan keamanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Kajian Strategis Demokrasi, Ibrahim Mansyur menyampaikan bahwa banyak kejadian, seperti Mentri Agama Yaqut dan Mensos Ibu Risma sebagai Pembantu Presiden yang blunder komunikasi politik kepada masyarakat.

Sehingga menganggu jalannya roda pemerintahan pak Jokowi-Amin.

Perlu adanya kerjasama antara kedua pembantu presiden tersebut dengan anak-anak muda.

Mereka sebaiknya merekrut ribuan penasihat muda untuk memperoleh masukan atau ide-ide konstruktif dal mengeluarkan kebijakan. Tujuannya agar tidak memperkeruh suasana.

“Sudah saatnya anak-anak muda bangkit dari tempat tidurnya, kemudian membantu pemerintah dalam memberikan ide-ide positif untuk membangun Pemerintahan yang baik dan tidak marah-marah terus, kemudian diviralkan di media. Itu citra yang buruk bagi pemerintahan Presiden Jokowi,” ujar Ibrahim.

Kemudian Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya, Muhammad Rafli dalam forum tersebut, mengatakan bahwa mahasiswa sebagai guardian of value adalah bagaimana mahasiswa bisa menjaga nilai-nilai kebaikan yang ada di masyarakat.

Menurut Rafli, nilai-nilai seperti kejujuran, gotong royong, empati, keadilan, integritas dan sebagainya adalah hal yang harus dipertahankan keberadaannya di masyarakat.

“Dengan demikian sebagai mahasiswa kita arus berperan dalam ngawal kebijakan pemerintah , dengan adanya peran mahasiswa dan polri kehidupan demokrasi Indonesia baru bisa di katakan hidup. Momentum sumpah pemuda ini adalah sakral bagi kita, dan kita semakin tersulut untuk berprestasi,” pungkas Rafli.

Direktur Eksekutif Human Studies, Dr. Rasminto mengatakan Pemuda hari ini adalah gambaran bangsa Indonesia di masa depan.

Maka, membangun Pemuda adalah membangun generasi masa depan bangsa.

“Sumpah pemuda merupakan tonggak betapa founding father bangsa ini memiliki semangat dan visi masa depan yang luar biasa, yakni punya mimpi, cinta dan cita untuk Indonesia. Semoga semangat ini senantiasa menginspirasi kita semua,” tegas Rasmito.

Sedangkan pembicara terakhir, Dosen Komunikasi Politik Univ. Esa Unggul, Syurya Muhammad Nur Dua tahun kepemimpinan Joko Widodo pada periode kedua ini, yang perlu diperbaiki adalah Komunikasi Politik dan Komunikasi Publik.

Kata dia, terutama pada pembantunya yaitu menteri-menteri yang terkadang ucapannya tidak mengambarkan pejabat publik menjadi contoh kepada rakyatnya. Terkait dengan pengelolaan institusi, saya melihat ada kemajuan pada Institusi POLRI yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.

“Dengan ketegasan Kapolri yang memutasi, mencopot anggotanya yang tidak sesuai dengan moto PRESISI. dengan dijalankan operasi penggerebekan dan mutus mata rantai Pinjol, ini salah satu prestasi baik menurut saya dan saya mengapresiasi ketegasan Kapolri,” pungkas Syurya Muhammad Nur.

(*)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait