SUARAPANTAU.COM, MAJENE – Puluhan anak di Lingkungan Tamo, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene mengikuti khitanan massal gratis, Senin (22/11/2021) kemarin.
Khitanan massal tersebut diinisiasi beberapa beberapa organisasi pemuda dan mahasiswa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Diantaranya, Kohati HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Majene, HMI Komisariat Ekonomi Unsulbar, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Unsulbar, Lingkar Mahasiswa Tapango (Limata).
Selain itu juga Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Kotabaru, Ikatan Mahasiswa Pasangkayu (IMP) Majene, KKN UNM (Universitas Negeri Makassar), Sunat Modern Astatren Majene dan PRIMA DMI Majene.
Diketahui, tercatat 30 anak yang sesuai kualifikasi terdaftar sebagai peserta khitan yang merupakan keluarga tidak mampu dan anak yatim piatu.
Kordinator Kegiatan Kadri, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan wujud eksistensi Anak Muda/Mahasiswa untuk terus-terusan mendorong gerakan bersama dalam menebar Manfaat seluas-seluasnya.
“Sebagai Anak Muda mesti menjunjung Prinsip bahwa Manusia terbaik adalah Manusia yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Anak muda dan Mahasiswa adalah Aktor penggerak dalam sejarah besar bangsa kita, maka sejarah itu harus terus diingat sebagai bagian dari masyarakat kita,”
“Melalui gerakan ini kami berharap Anak muda/Mahasiswa harus hadir sebagai Generasi yang bahagia ketika melihat masyarakat bahagia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Syahril Mubarak menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Sealin itu, Ketua BEM Fapetkan Unsulbar, Muhammad Ilman, mengatakan aksi kemanusiaan mahasiswa mandek sejak awal tahun 2020 karena pandemi dan kegiatan bersifat seremonial yang tidak bersinggungan langsung dengan kegiatan kemanusiaan
Terakhir, team sunat moderen asatren Majene menyampaikan terima kasih kepada Organisasi daerah (Organda) Majene telah mengizinkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan bakti masyarakat.
“Harapan kami kedepannya kegiatan ini terus ada dan masyarakat mendapat manfaat yang lebih dari pelayanan sunat modern khususnya masyarakat nelayan, pelosok, kurang mampu dan yatim piatu,” jelasnya.
Dirinya juga berharap Kegiatan khitanan massal tersebut menjadi stimulus gerakan sehingga anak muda dan mahasiswa kedepannya bisa terhimpun di dalam sebuah gerakan bersama yakni Kolaborasi untuk kebaikan.
(*)




