Pengembangan HOT dan Literasi Tim Edukasi Kemanusiaan PGSD FIP UNJ

Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) - SUARAPANTAU.COM

Alasan dipilihnya masyakarat di wilayah ini karena mereka tinggal di kawasan elit ibu kota Jakarta dan berada diantara gedung-gedung bertingkat namun masih bertahan dengan kehidupan yang sederhana namun memiliki semangat yang tinggi untuk belajar.

Hal ini dibuktikan dengan semangat dan banyaknya anak-anak usia Sekolah Dasar dan PAUD yang ikut serta terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan yang Bernama Rumah Belajar (Rumbel Ceria). Rumbel Ceria ini adalah salah satu program unggulan BEM Prodi PGSD FIP UNJ untuk mengembangkan kepekaan sosial mahasiswa dengan keterlibatan dalam 3 memberikan pendidikan.

Mahasiswa menjadi guru bagi anak-anak tersebut, mereka mengajarkan berbagai mata pelajaran, dan memberika edukasi lainnya. Anak-anak tersebut adalah anak-anak usia Sekolah Dasar yang berasal dari berbagai wilayah di sekitar wilayah Setiabudi.

Dengan kolaborasi yang dilakukan antara tim edukasi kemanusiaan dan Rumbel Ceria ini menghasilkan berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat khususnya anak-anak dan orang tua di wilayah sekitar kampus PGSD FIP UNJ tepatnya di wilayah Setiabudi Jakarta Selatan.

Bacaan Lainnya

Selain itu juga yang menjadi pertimbangan lainnya adalah terbengkalainya program kegiatan Rumbel Ceria tersebut selama masa pandemi, sehingga dengan kegiatan pendampingan pengembangan HOTS dan literasi melalui program edukasi kemanusiaan bisa menghidupkan kembali dan mengaktifkan kembali kegiatan yang sudah lama terhenti.

Dengan program pendampingan ini selain bermanfaat untuk masyarakat juga bagi mahasiswa dalam pengembangan keterampilan mengembangkan pembelajaran khususnya di tingkat Sekolah Dasar dan menumbuhkan kepekaan sosial.

Dengan bimbingan dosen dalam kegiatan ini maka mahasiswa akan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk menyiapkan seluruh anak Indonesia untuk siap menghadapi tantangan globalisasi dan revolusi 4.0 serta menjelang revolusi 5.0. Dengan kompetensi yang dimilikinya, siswa Sekolah Dasar diharapkan mampu mengimplementasikan pembelajaran yang bermakna untuk meningkatkan literasi dan karakternya.

Sebaliknya diharapkan hasil kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan pembelajaran di SD yang berbasis HOTS dan literasi. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka kegiatan edukasi kemanusiaan ini intinya merupakan implementasi dari program MBKM yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen serta masyarakat Indonesia.

Bentuk kegiatan yang pertama berupa literasi baca tulis dengan menggunakan Taman Bacaan Ramah Anak (TBRA). Mendukung Gerakan Literasi yang dicanangkan oleh pemerintah, guru atau sekolah terkait dapat membuat Taman Bacaan Ramah Anak yang di dalamnya ada berbagai perlengkapan untuk mendukung Gerakan literasi ini.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *