Pengembangan HOT dan Literasi Tim Edukasi Kemanusiaan PGSD FIP UNJ

Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) - SUARAPANTAU.COM

Taman Bacaan Ramah Anak ini diperuntukkan kepada siswa PAUD dan Sekolah Dasar, yang mana pada usia tersebut tentunya anak- anak akan lebih mudah merasa bosan jika kegiatan membaca selalu hanya di dalam kelas dan setiap harinya monoton seperti itu saja. Maka dengan adanya Taman Bacaan Ramah Anak ini, diharapkan mampu memotivasi anak-anak untuk semangat dalam melakukan kegiatan literasi seperti membaca, menulis, mendongeng, membacapuisi, dan membuat cerita.

TBRA dibuat dengan suasana yang menyenangkan di dalamnya terdapat banyak buku-buku bacaan, bonekaberbagai karakter, berbagai permainan edukasi, pajangan yang menarik,dan alat lainnya yang mendukung literasi. Sementara anak-anak melakukan kegiatan Literasi di lokasi TBRA, orang tua mengikuti kegiatan parenting dengan tema “Pengasuhan Positif di Era Globalisasi”.

Permasalahan terjadi pada pelaksanaan pembelajaran dari rumah (PJJ) tidak selalu berjalan mulus. Masih banyak orang tua dan guru yang mengalami kesulitan yang disebabkan jaringan internet yang tidak stabil atau bahkan tidak ada.

Khususnya dalam pendidikan anak usia dini masih banyak keluhan dari guru mengenai kesulitan dalam mengoperasikan internet, internet tidak stabil, kesulitan menyusun perencanaan pembelajaran yang sederhana, kesulitan mengomunikasikan pesan kepada orang tua.

Bacaan Lainnya

Disisi lain keluhan dari orang tua yaitu kesulitan mendampingi anak belajar karena belum paham caranya, tidak biasa menggunakan teknologi digital untuk pembelajaran anak, tidak memahami maksud pesan yang disampaikan oleh guru dan lain-lain.

Berdasarkan berbagai kendala yang dialami guru dan orang tua, pengasuhan positif sangat penting untuk pedoman dalam pelaksaan pembelajaran bersama anak di rumah. Dalam kegiatan inilah orang tua diberikan penegetahuan dan pendampingan menhadapai permasalahan yang terjadi dengan pengasuhan positif.

Pengasuhan positif adalah pengasuha yang dilakukan berdasarka kasihsayang, saling menghargai, pemenuhan dan pelindungan hak anak,terbangunnya hubungan yang hangat, bersahabat da ramah antara anakdan orang tua, serta menstimulasi tumbuh kembang anak agar optimal.

Kegiatan kedua yakni berupa penguatan Pendidikan Karakter melalui permainan tradisional Engklek Karakter dan Buku Cerita “Wordless Picture Book”. Buku bergambar tanpa kata atau yang bisa disebut dengan Wordless Picture Book (WPB), merupakan buku bacaan yang hanya berisi ilustrasi yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan dalam bercerita.

WPB dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang disukai anak, karena dalam menyampaikan pesan kepada pembacanya, WPB berisikan penuh oleh gambar yang mendorong anak untuk bercerita sesuai dengan keatifitas dan imajinasinya. Judul Cerita yang dipilih dalam WPB tersebut adalah “Kucingku”.

Hal ini sesuai dengan Indikator Pembelajaran Buku Tematik Kelas II yaitu menceritakan sebuah cerita tentang binatang. Bercerita memiliki beberapa manfaat, diantaranya : 1) alat pendidikan budi pekertiyang paling mudah dicerna anak; 2) metode dan materi yang dapat diintegrasikan dengan keterampilan lain, yakni berbicara, ”membaca”, “menulis”, dan menyimak.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *