Paguyuban Persaudaraan Bugis Sinjai di Jakarta Turut Doakan Korban Erupsi Semeru

  • Whatsapp
Erupsi Gunung Semeru - SUARAPANTAU.COM/IST

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Persitiwa erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur (4/12/2021). Menyita empati dan perhatian publik.

Tak ketinggalan, Ketua Umum Persaudaraan Bugis Sinjai (PBS), Andi Muzakkir turut mendoakan korban persitiwa yang menelan sejumlah korban tersebut.

Bacaan Lainnya

“Semoga Allah berikan keselamatan dan kesehatan yang baik bagi masyarakat yang ada disana,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan kementerian/lembaga terkait melakukan tindakan cepat dalam menangani dampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021).

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, instruksi itu telah disampaikan Presiden kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Rerumahan Rakyat (PUPR), Panglima TNI, Kapolri, serta Gubernur dan Bupati.

“Presiden telah memerintah untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari, dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada korban luka-luka dan melakukan penanganan dampak bencana,” kata Pratikno, dalam keterangan persnya secara daring, Minggu (5/12/2021)

Dalam keterangan hari Minggu (05/12) petang, BNPB juga mengatakan jumlah korban luka berat dan ringan 56 orang.

“Jumlah korban meninggal dunia, terdata hingga saat ini (Minggu petang WIB) 14 orang,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan pers daring.

Dari para korban meninggal tersebut, lima yang berada di RS Bhayangkara, Lumajang, belum bisa diindentifikasi, kata Muhari.

“Untuk korban luka berat, 35 orang adapun yang luka ringan berjumlah 21 orang sehingga jumlah total korban luka adalah 56 orang,” kata Muhari.

Di luar itu, masih ada sembilan warga yang dinyatakan hilang.

Erupsi Gunung Semeru berdampak di delapan kecamatan yang menyebabkan sekitar 1.300 orang mengungsi.

Saat ini, pemerintah telah mengupayakan respon cepat berupa pelayanan kesehatan, logistik kebutuhan dasar bagi pengungsi, dan perbaikan infrastruktur dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat.

(*)

Facebook Comments

Pos terkait