Difasilitasi Sekda Wajo, Masyarakat Gilireng dan BBWS Pompengan Capai Kesepakatan Bersama

  • Whatsapp
Mediasi masyarakat Desa Arajang Gilireng dengan BBWS Pompengan Jeneberang (Sabtu, 11/12/2021) - SUARAPANTAU.COM

SUARAPANTAU.COM, WAJO – Masyarakat Desa Arajang Kecamatan Gilireng akhirnya mencapai kesepakatan bersama dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Sabtu 11 Desember 2021.

Diketahui, beberapa waktu terakhir sejumlah warga di wilayah tersebut mengaku dirugikan akibat terdampak pembangunan Bendungan Paselloreng Kabupaten Wajo.

Ketua Aliansi Pemuda Bumi Cakkuridie Gilireng, Baso Ardianti Sirajuddin menyebutkan pengadaan lahan tanah Bendungan Gilireng turut terlibat dalam penyelesian masalah lahan yang tergennag akibat dampak pembangunan bendungan.

“Masyarakat butuh solusi, sehingga masyarakat yang terdampak tetap bisa menjaga keberlangsungan hidupnya jika segera mendpat solusi lahannya yang tergenang,” tegasnya.

Diketahui, Bendungan Paselloreng adalah bendungan yang terletak di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Bendungan ini dibangun pada alur Sungai Gilireng di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng.

Bendungan Paselloreng diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 9 September 2021. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik dan luas genangan mencapai 1.258 hektare.

Mesdiasi antara warga dan pihak BBWS Pompengan Jeneberang turut difasilitasi oleh Sekda Kabupaten Wajo, Ir Armayani dan DPRD Kabupaten Wajo.

Ketua Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Arajang (Amma), Satria Arianto mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mengawal masalah ini.

“Atas kesepakatan ini, kami akan terus mengawal proses ini sampai selesai. Kami bersama masyarakat tetap bersama berjuang,” tegasnya.

Penulis: Basri

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027.

Pos terkait