Hariqo Satria: Gus Yahya, HMI, dan Caption Medsos Jokowi

  • Whatsapp
Ketua Umum PBNU 2021-2026, KH. Yahya Cholil Staquf

Oleh Hariqo Satria, Ketua Lembaga Media Digital MN KAHMI

Di banyak grup Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), saya lihat melimpah doa atas terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026.

Wajar saja, beliau mantan Ketua Umum HMI Komisariat Fisipol UGM Cabang Yogyakarta 1986-1987, sesudah Arif Afandi (Pemred Jawa Pos, Wakil Wali Kota Surabaya), begitu informasi dari Sigit Pamungkas, Presidium MN KAHMI dan Arif Afandi.

Presidium MN KAHMI lainnya, seperti Ahmad Riza Patria (Koordinator), Viva Yoga Mauladi, Ahmad Doli Kurnia, Siti Zuhro, Sekjen Manimbang, dan-lain-lain juga mendoakan. Sementara Kholis Malik, mantan Ketum PB HMI, mengirimkan foto Gus Yahya saat aktif di HMI. Entah dapat dari mana.

Tak ada respons berlebihan karena mereka sudah melewati fase “fanatik golongan”. Di internal HMI, sudah ada kesadaran sempurna bahwa KH Yahya Cholil Staquf bukan hanya milik HMI, tetapi juga milik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), milik NU, milik bangsa Indonesia bahkan dunia.

Foto lawas KH. Yahya Cholil Staquf saat mahasiswa di FISIPOL UGM – SUARAPANTAU.COM/IST

“Sejak dulu, NU itu rumah bersama dalam bingkai kebangsaan,” kata Viva Yoga kepada saya lewat WhatsApp.

Ketua Umum terpilih PBNU 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf, saat masih aktif ber-HMI dari Komisariat Fisipol UGM Cabang Yogyakarta. Istimewa
Ketua Umum terpilih PBNU 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf, saat masih aktif ber-HMI dari Komisariat Fisipol UGM Cabang Yogyakarta. Istimewa

Toh, HMI sangat sering dipimpin anak-anak NU dan santri. Di antara yang populer adalah Nurcholish Madjid, seorang “peramal” yang tahun 1970 sudah mengatakan bahwa NU akan mengalami kemajuan intelektual dan sekarang terbukti benar.

Untuk diketahui, di seluruh perkaderan HMI, juga diperkenalkan nama Subchan ZE, seorang tokoh NU yang memperjuangkan agar HMI tidak dibubarkan pada era pemerintahan Orde Lama.

Subhan tidak seorang diri. Banyak tokoh NU yang membela HMI. Adik kandung Subhan ZE ini namanya Aniswati M. Kamaluddin, pendiri Korps HMI-Wati (KOHATI) dan Ketua Umum KOHATI Pertama.

“Jadi, salah satu pendiri KOHATI ini orang NU,” kata Ida Ismail Nasution kepada saya di rumahnya.

Selain hubungan harmonis NU-HMI-PMII, yang menarik di Muktamar NU kali ini adalah masuknya isu agraria dan pemerataan ekonomi di Komisi Qanuniyah, Komisi Waqi’iyyah, Komisi Maudhu’iyyah, dan Komisi Rekomendasi.

Kabar ini saya dapatkan langsung dari senior saya, Mohammad Sohibuddin (Alumnus HMI Cabang Yogyakarta, penulis banyak buku reformasi agraria yang juga Katib Syuriyah PCI NU Belanda).

“Itu kerja tim besar. Kami yang muda hanya urun rembuk saja,” katanya.

Sampai-sampai akun resmi Presiden Jokowi dalam caption media sosialnya pada tanggal 22 Desember 2021 menuliskan, “NU adalah organisasi besar yang memiliki potensi dalam rangka pemerataan ekonomi umat.”

Semoga harapan Presiden Jokowi menjadi perhatian kita semua. Toleransi antarumat beragama wajib hukumnya. Toleransi ekonomi wajib juga.

Sekali lagi, selamat atas terpilihnya guru kami, KH Yahya Cholil Staquf, sebagai Ketua Umum PBNU 2021-2026. Terima kasih untuk pengabdian dari guru kami, KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU 2010-2021.

Semoga Allah Swt senantiasa meridai perjuangan kita untuk kejayaan Indonesia.

Wallahul muwaffiq Ila aqwamith thariq.

Hormat dan doa untuk seluruh pendiri NU serta keluarga besar NU.

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027.

  • Whatsapp