PB HMI MPO dorong Penguatan Peran DPD RI

  • Whatsapp
PB HMI MPO Dukung DPD RI

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA –  Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi atau (PB HMI MPO)  melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, Selasa (11/1/21).

Pertemuan tersebut Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail Hasan didampingi Ketua Komisi Pemuda dan Kemahasiswaan PB HMI, Kapitang Munaseli, Ketua Komisi Pertahanan dan Keamanan Nasional PB HMI, Abu Bakar Beiks, Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Menkominfo PB HMI, Dedi Ermansyah dan Direktur LBHMI, Muhammad Aldiyat Syam Husain.

PB HMI MPO mendorong penguatan lembaga DPD RI sebagai artikulator dan representasi kepentingan rakyat dan daerah di tingkat nasional.

“Kami akan terus mendorong dan mengawal agar kelak bisa terwujud DPD RI yang benar-benar menjadi artikulator dan representasi kepentingan rakyat dan daerah di tingkat nasional, olehnya itu sangat perlu penguatan kelembagaan terhadap DPD RI ini,” ujar Affandi Ismail.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemuda dan Kemahasiswaan PB HMI MPO, Kapitang Munaseli berharap DPD RI dapat menampung berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang sekaligus dapat menjamin keputusan di tingkat nasional yang terkait dengan kepentingan daerah.

“Penguatan DPD RI akan berimplikasi pada Pemerintah yang menciptakan keputusan melalui mekanisme double check yang menjamin tersalurkannya aspirasi kepentingan daerah,”ujar Kapitang.

DPD RI lahir dengan semangat salah satunya untuk menjamin bahwa regulasi atau undang-undang yang dibuat terutama yang berkaitan dengan kepentingan rakyat di daerah, dibahas secara berlapis oleh pembuat kebijakan. Pada tahap ini akan terjadi mekanisme checks and balances.

“Itulah idealnya posisi DPD RI. Sebab, hingga hari ini, harus jujur kita akui, masih ada pendapat di kalangan masyarakat bahwa DPD RI hanya pelengkap terhadap fungsi DPR RI. Oleh karena itu, penguatan peran DPD RI mutlak diperlukan,”ujar Affandi Ismail Selaku Ketua Umum PB HMI MPO.

Menurut Affandi , jika ingin membangun sistem ketatanegaraan yang ideal dan lebih baik, setidaknya ada tiga persoalan yang menjadi kendala bagi DPD RI untuk dapat bekerja secara ideal dengan payung konstitusi saat ini yang harus segera dibenahi.

Persoalan pertama adalah kewenangan DPD RI di bidang legislasi yang terbatas, karena DPD RI dapat ikut mengusulkan dan membahas RUU di bidang tertentu, tetapi tidak ikut dalam pengambilan keputusan akhir.

Selanjutnya, meskipun memperoleh fungsi, tugas, dan kewenangan pengawasan, DPD RI hanya sebatas memberikan masukan kepada DPR RI sebagai bahan pertimbangan.

“Ketiga, tidak ada ketentuan yang tegas dan lugas yang mengatur hak DPD RI untuk meminta keterangan dari pejabat negara, pejabat pemerintah, dan lainnya seperti yang diberikan kepada DPR,”ujarnya.

Dengan begitu, diperlukan tiga penegasan dalam konteks penguatan peran DPD RI, yaitu penegasan terhadap DPD RI atas fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.

Penegasan kedua adalah penegasan terhadap DPD RI sebagai pemegang kuasa membentuk undang-undang, dan yang terakhir adalah penegasan terhadap DPD RI dalam pelaksanaan dan tindak lanjut dari fungsi pengawasan.

“Jalan tersebut bisa ditempuh melalui dua pintu. Pintu pertama dengan memperkuat peran DPD RI melalui amendemen konstitusi. Dan pintu kedua, melalui penyusunan Undang-Undang tentang DPD RI, yang sebenarnya merupakan perintah Undang-Undang Dasar,” kata Affandi menegaskan.

Pada akhir pertemuan tersebut ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti berpesan agar PB HMI MPO di bawah kepemimpinan Affandi Ismail Hasan untuk terus bersikap kritis dan mengawal presidential Threshold 0% (nol persen) sehingga kedepannya tatanan demokrasi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa menjadi lebih baik.

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027.

Pos terkait