Habibie Erbakan Fellowship sebagai Spirit Membangun Persahabatan Pemimpin Dua Negara

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Habibie dan Erbakan selalu menjadi topik menarik untuk diangkat dalam kisah perjalanan hidup pemimpin negara. Hal ini tentu juga dapat menjadi spirit dimana persahabatan kedua pemimpin ini memberi pelajaran yang sangat berarti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terkecuali di Indonesia namun juga Turki.

Kegiatan yang nantinya akan diselenggarakan oleh Masika ICMI ini mengangkat kisah tentang perjalanan Habibie dan Erbakan yang dikemas dalam bentuk Habibie Erbakan Fellowship. Kegiatan ini selain mengulas sejarah kedua tokoh ini, juga akan mempertegas komitmen persahabatan yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Turki.

Ismail Suardi Wekke selaku Panitia yang juga pengurus Masika ICMI mengemukakan bahwa Habibie dan Erbakan merupakan Ikon pemimpin dunia. Kisah keduanya di abadikan dan atas penghormatan Negara terhadap Habibie dan Erbakan, maka dibangunlah Perguruan Tinggi di Tempat kelahirannya masing-masing, di Pare-Pare kampung halaman Habibie telah dibangun Institut Teknologi Habibie, dan di Konya ada Necnettin Erbakan University.

“Hal ini sebagai wujud hadirnya negara dengan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tokoh bangsa yang telah berjasa terhadap Negara, seperti halnya kata pepatah jangan sekali-sekali melupakan sejarah” pungkas Ismail dalam releasenya pada awak media suarapantau.com, Jumat, 28/1/22

Habibie Erbakan Fellowship juga akan menjembatani kerjasama people to people contact antara Konya dan Pare-pare. Dalam kisah kedua sahabat ini dimasa kuliah di Avhen University di Jerman lalu kemudian mereka kembali ke Negaranya masing-masing dan ikut berkontribusi terhadap pembangunan Negara Bangsa hingga pada akhirnya menjadi pemimpin di Negaranya.

Lanjutnya, yang akan dilakukan tentunya terkait rencana kegiatan ini adalah perlu dibuat senarainya di eksplorasi sehingga bisa menjadi aktifitas yang memungkinkan sehingga kerjasama antara Turki dan Indonesia bisa berjalan untuk saling memperkuat diplomasi antar kedua Negara ini.

“Wajah Turki dan Wajah Indonesia mempunyai kesamaan dalam menata keberagaman, kedua-duanya lebih cenderung menerapkan moderasi beragama. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim dan juga masuk dalam kategori 20 negara yang memiliki perputaran ekonomi terbesar di Dunia.” Pungkasnya

Olehnya itu kerjasama yang dimungkinkan kedepannya dapat dibangun melalui kesepahaman yang pernah ditorehkan oleh Habibie dan Erbakan. Dalam konteks lainnya Pengurus Nasional Masika ICMI menggagas kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memperkokoh kerjasama sekaligus mengeksplorasi sekaligus melakukan senarai apa yang dapat dilakukan untuk pengembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi dimasa yang akan datang.

“Perlu untuk diketahui juga, bahwa Masika ICMI merupakan badan otonom dari ICMI sendiri, dimana Ketua umum Pertama ICMI adalah Habibie tutup Direktur Program Asosiasi Dosen Insan Cita Indonesia ini.” Tandasnya

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027.

Pos terkait