Proyek Besar China Eksplorasi Ruang Angkasa Dalam 5 Tahun

SUARAPANTAU.COM – Ambisi negara China dalam bidang riset dan teknologi kembali menuai perhatian dunia.

Terbaru, Rencana lima tahun ke-14 dengan merilis rencana mengeksplorasi ruang angkasa selama lima tahun ke depan. Salah satunya memperkuat infrastruktur stasiun ruang angkasa.

Selama lima tahun ke depan China berfokus pada penelitian ruang angkasa, agar bisa mendaratkan orang di Bulan di tahun mendatang.

Peta jalan rencana itu dituliskan dalam buku putih yang baru dirilis, dan akan melanjutkan kemajuan ambisius China di bidang kedirgantaraan.

Sebelumnya, Perdana Menteri China, Li Keqiang, pada pertemuan tahunan Badan Pembuat Keputusan Tertinggi negara itu, Kongres Rakyat Nasional, rencana tersebut mengungkapkan peningkatan belanja sains tahunan yang lebih rendah dibandingkan empat tahun terakhir. Namun peningkatan dalam proporsi pengeluaran sains yang dikhususkan untuk penelitian dasar.


China terus menunjukkan komitmen menjadi pusat kekuatan ilmiah dan telah banyak berinvestasi dalam penelitian yang berkembang selama beberapa dekade terakhir.

Rencana lima tahun berfungsi sebagai manifesto yang memandu arah investasi dan menunjukkan ambisi penelitian.

“Dalam lima tahun ke depan, China akan mengintegrasikan ilmu luar angkasa, teknologi, dan aplikasi sambil mengejar filosofi pembangunan baru, membangun model pembangunan baru dan memenuhi persyaratan untuk pembangunan berkualitas tinggi,” tulis buku putih, yang berjudul China’s Space Program: A 2021 Perspective.


Selama beberapa dekade terakhir, negara dengan sebutan tirai bambu itu juga memfokuskan pada perluasan kemampuan luar angkasa, meningkatkan frekuensi, dan cakupan peluncuran, serta mendorong ke area baru seperti eksplorasi robotik Mars.

China juga telah melakukan kampanye eksplorasi Bulan jangka panjang, yang akan mengirimkan serangkaian pendarat dan penjelajah ke permukaan Bulan setiap beberapa tahun.

Dikutip Space, pada 2019 negara itu menjadi yang pertama mendaratkan penjelajah di sisi jauh dari Bulan. Pada 2020, negara itu juga membawa sampel Bulan kembali ke Bumi.


Pada 2021, China itu meluncurkan modul inti dari stasiun luar angkasa baru yang akan dibangun di orbit sekitar Bumi. Saat ini ada tiga astronot yang tinggal di stasiun tersebut.

Sebelum China mencoba mengirim orang ke permukaan bulan, negara itu terlebih dahulu berencana untuk terus mempelajari Bulan dengan kendaraan ruang angkasa, probe.

Buku putih merinci rencana untuk mengirim dua pesawat ruang angkasa robot tambahan ke Bulan dalam lima tahun ke depan, yang akan mempelajari wilayah kutub bulan, area permukaan bulan yang disebut terdapat air.



Tidak jelas kapan China berencana untuk menyelesaikan stasiun ruang angkasa, atau kapan target dari pendaratan manusia di permukaan Bulan.

Meskipun Bulan selalu menjadi fokus besar bagi China, negara ini juga mengincar eksplorasi planet lain di Tata Surya, seperti dikutip Space.

China berharap meluncurkan probe ke asteroid dekat Bumi dalam lima tahun ke depan, serta mempelajari cara untuk mengirim pesawat ruang angkasa ke sistem Jupiter dan ke Mars, dengan rencana membawa kembali sampel dari Planet Merah.



Dikutip The Verge, proyeksi ini menjadi tugas yang cukup panjang untuk setengah dekade ke depan. Namun dengan adanya buku putih ini, China telah memperjelaskan bahwa eksplorasi ruang angkasa menjadi prioritas.

Buku putih mencantumkan banyak tujuan luar angkasa lain, di antaranya membangun stasiun luar angkasa China, memperbarui teknologi satelitnya, meningkatkan transportasi ruang angkasa dan sistem roketnya, menciptakan mesin roket baru.

(*/red)



Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan