LKPI: Elektabilitas Airlangga Hartarto dan Golkar Tertinggi di Pemilu 2024

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Istimewa)

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei untuk mengetahui kemana arah preferensi masyarakat pada Pemilu 2024.

Siapa tokoh yang paling punya potensi dipilih publik jika pilpres nanti? Partai politik apa yang berpeluang menangguk suara terbanyak dalam pemilu nanti?

Survei ini diselenggarakan pada 12-28 Januari 2022 yang melibatkan 1.982 responden di 34 provinsi yang tersebar secara proposional dengan mengambil responden pada titik-titik TPS dan responden dari seluruh populasi yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling. Margin of error dalam survei ini sekitar di bawah 2,21 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Bacaan Lainnya

Direktur Eksekutive LKPI Kristin Ervina mengungkapkan, hasil dari data survei, sejumlah figur diperkirakan bakal bertarung di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.


“Preferensi publik jika pilpres digelar hari ini, nama Airlangga Hartarto menjadi kandidat terkuat presiden Indonesia dimana Sebanyak 15,3 persen responden memilih Airlangga Hartarto melalui pertanyaan terbuka,” kata Kristin dalam keterangannya, Kamis (3/2/22).

Kristin melanjutkan, kandidat terkuat kedua berdasarkan jawaban 14,7 persen responden adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan di urutan ketiga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dipilih sebanyak 14,3 persen.

Selanjutnya di urutan keempat Kepala KSP Muldoko 8,9 persen, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 4,9 persen , Kemudian nama-nama gubernur yang masih menjabat juga masuk dalam daftar, yaitu Khofifah Indar Parawansa 3,9 persen, Anies Baswedan 3,7 persen, dan Ridwan Kamil 3,5 persen.


“Selanjutnya, Ketua DPR RI Puan Maharani 3,3 persen dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berada di posisi enam dengan persentase sebesar 2,7 persen. Kemudian, disusul oleh anak dari mantan presiden RI, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dengan suara responden sebesar 2,2 persen dan Menteri BUMN Erick Thohir 1,5 persen dan yang tidak memberikan pilihan sebanya 21,1persen,” bebernya.

Hal yang sama terdapat pada pertanyaan tertutup dengan diberikan simulasi nama-nama pada kertas kuisioner dengan diberikan pertanyaan: “Jika pilpres digelar hari ini, tokoh mana tertera di atas yang akan dipilih?”.

Kandidat terkuat yang terpilih dalam survei ini adalah Airlangga Hartarto 19,7 persen. Dan pada posisi kedua diraih Ganjar Pranowo 15,2 persen, Prabowo Subianto 14,8 persen, Kepala KSP Muldoko 8,7 persen, dan Muhaimin Iskandar 3,9 persen.



Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono 3,8 persen, Anies Baswedan 3,4 persen, Khofifah Indarparawansa 3,3 persen, Puan Maharani 2,7 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Sandiaga Uno 1,8 persen, Erick Thohir 1,7 persen dan tokoh lainnya sebanyak 6,2 persen serta yang tidak memberikan pilihan sebanyak 12,9 persen

Sementara itu, ketika diberikan pertanyaan secara terbuka kepada responden terpilih jika Pemilihan Anggota Legislatif digelar hari ini, Caleg dan Parpol mana yang akan dipilih, maka hasil survei yang didapat menempatkan Partai Golongan Karya (Golkar) menjadi pilihan teratas dengan elektabilitas mencapai 13,2 persen, disusul
PDI Perjuangan 12,4 persen.

“Di urutan ketiga Partai Gerindra 12,1 persen , PKB 7,4 persen, Demokrat 6,9 persen, PKS 5,7 persen, Nasdem 5,3 persen, PAN 3,1 persen, PPP 2,6 persen, partai politik lainnya 7,8 persen dan tidak memberikan pilihan sebanyak 23,5 persen,” urai Kristin.



Sedangkan, jika menggunakan simulasi nama-nama Parpol dalam kertas kuisioner maka hasil survei menunjukan bahwa Partai Golkar tetap menjadi partai yang paling banyak dipilih responden dengan jumlah nilai keterpilihan hingga 16,9 persen, disusul PDI Perjuangan 15,2 persen.

Kemudian Partai Gerindra 14,8 persen, Partai Demokrat 5,7 persen, PKB 5,4 persen, PKS 5,3 persen, Nasdem 4,3 persen, PAN 3,2 persen, dan PPP 2,2 persen.

“Kemudian Perindo 2,1 persen, Prima 1,9 persen, PBB 1,0 persen, PSI 1,0 persen, Hanura 1,0 persen, Garuda 1,0 persen, Gelora 1,0 persen, Berkarya 0,2 persen, PKPI 0,2 persen, Partai Umat 0,1 persen dan yang tidak memilih 17,5 persen,” pungkasnya. (cho)



Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *