Peringati Isra’ Mi’raj 1443 M, Wali Nagari Bungo Tanjuang Luncurkan Program Rumah Tahfiz

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Dalam memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 M, kegiatan-kegiatan keagamaan terus bergema hingga ke pelosok desa. Tak terkecuali Nagari (Desa) Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi umat Muslim terhadap Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT,
Nagari Bungo Tanjuang menggelar peringatan Isra’ Mi’raj bersama Ustadz KH. Muhammad Ustman Ansori, S.Q MA pada 28 Februari 2022 lalu.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ustman atau yang akrab disapa Koko Liem itu mendukung Program Unggulan Bupati Tanah Datar, yakni satu rumah satu hafiz yang diberikan kepada hafiz yang saat ini program tersebut juga dijalankan Wali Nagari Bungo Tanjuang, Yudisthira Anuggraha, Dt Majo Basa. Koko Liem mengaku mendukung program tersebut. Menurutnya, program tersebut sangat tepat untuk terus dijalankan agar hafiz atau hafizah akan terus bermunculan.

Sementara itu, Wali Nagari Bungo Tajuang, Yudisthira Anuggraha menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru atas didikan, bimbingan serta pembinaan yang telah diberikan Hafiz Bungo Tajuang.

“Dengan harapan akan lahir Hafizh/Hafizah baru di Nagari Bungo Tanjuang untuk menjadikan Bungo Tanjuang yang madani sesuai dengan ProGul (Program Unggulan) Bupati Tanah Datar,” kata pria yang akrab disapa Yudi itu kepada suarapantau.com, Kamis (3/3/2022).

Selain itu, Yudi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan agar menjadi lebih baik. Menurutnya, peran masyarakat dalam pendidikan karakter anak sangat berpengaruh besar.

“Tidak terlepas dari itu, peranan orang tua juga menjadi point pertama untuk kesuksesan seorang anak,” tegas Yudi.

Peluncuran program satu rumah satu hafiz di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. (Foto: Dok. Istimewa)

Dalam peringatan Isra’ Mi’raj kali ini, Wali Nagari Bungo Tanjuang juga meluncurkan program rumah tahfiz. “Dengan telah diluncurkannya program rumah Tahfiz, saya yakin dan percaya bahwa program ini akan memberikan nilai positif bagi seluruh masyarakat untuk menjadikan anak-anak mengerti pentingnya Alquran sebagai pedoman hidup,” tegas Yudi.

Saat ini, Hafiz dan Hafizah di Nagari Bungo Tanjuang sendiri berjumlah  67 orang. Dengan adanya rumah tahfiz ini, diharapkan mencetak hafiz dan hafizah baru dan diharapkan program ini terus berjalan dan terus berkembang. (cho)

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027.

Pos terkait