Taman Belajar Pelangi Nusantara Bagikan Ratusan Paket Berbuka Puasa di Bantaran Sungai Karet

  • Whatsapp

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Komunitas Taman Belajar Pelangi Nusantara sebagai lembaga yang peduli terhadap masa depan pendidikan anak bangsa bagikan 300 nasi kotak untuk buka bersama warga bantaran sungai di daerah Karet, Jakarta Pusat, Rabu 13 April 2022.

Acara ini di laksanakan langsung di pemukiman warga bantaran sungai di daerah Karet Jakarta Pusat yang di hadiri oleh relawan Taman Belajar Pelangi Nusantara.

Selain itu, juga hadir donatur dan perwakilan dari Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) PB HMI.

“Aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat khususnya para pemulung dan anak jalanan. Kami membagikan 300 bungkus nasi untuk mereka. Kita ingin para pemulung dan anak jalanan juga merasakan keberkahan dan keindahan Ramadhan,” ungkap Miftahul Arifin Founder Pelangi Nusantara dan juga pengurus PB HMI.

Menurutnya, momentum ini untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.


“Sebagai anak muda kita punya tanggungjawab untuk terus berbagi kasih dengan siapapun termasuk juga dengan pemulung dan anak jalanan. Mereka juga adalah saudara kita sebangsa dan setanah air,” lanjut Miftah.

Sementara itu, Ahmad Rodzi mengapresiasi kegiatan sosial Taman Belajar Pelangi Nusantara.


Hadirnya, aktivitas kerelawanan sosial dengan tulus dan ikhlas mengabdi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan aksi nyatanya disetiap hari Minggu sore mengajari anak-anak bantaran sungai tanpa dibayar atau digaji.

Ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap sesama.

“Bagi sebagian masyarakat masih masih merasakan ketimpangan, negara kita belum benar-benar merdeka dan belum selaras dengan slogan yang di gaungkan oleh menteri pendidikan akhir-akhir ini,” ungkapnya.



Ia berharap, melalui kegiatan ini membuka mata hati semua pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial.

“Semoga dengan adanya kegiatan sore hari ini makin banyak donatur yang sadar akan pentingnya pendidikan bagi kalangan yang tertinggal (kurang mampu),” terang Ahmad Rodzi pria asal Malang ini.

(red)

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027.

Pos terkait